01/04/21

Kisah Raden Sukrasana , Raksasa buruk rupa, penuh cela namun berhati mulia

Raden Sukrasana merupakan anak kedua dari Resi Suwandagni putra Resi Wisanggeni dengan Dewi Darini putri Bathara Sambujana.


Raden Sukrasana berwujud raksasa bajang (kerdil), tetapi mempunyai kesaktian yang luar biasa. 


Dia mempunyai sifat teguh pendirian, jujur, dan mencintai saudaranya.


Raden Sukrasana sangat menyayangi kakaknya, Raden Sumantri. Begitu juga Raden Sumantri juga sangat sayang kepada adiknya meskipun buruk rupa.

• Masa Kecil Raden Sukrasana

Sukrasana sedari kecil sudah memiliki rupa dan perawakan raksasa kerdil. 


Sekujur tubuhnya sesak dengan segala cacat dan keburukan.


Sekarang coba anda sebutkan 100 seratus jenis penyakit kulit. Apa yang anda sebut, penyakit itu pasti ada di tubuh Raden Sukrasana.


Oleh karena cacatnya itu, bayi Sukrasana dibuang ke hutan tempat segala Jin, Setan dan Binatang buas bersemayam dengan harapan agar bayi tersebut dimakan oleh para penghuni hutan tersebut.


Namun, seperti halnya Gatotkaca dan Wisanggeni yang dimasukkan ke dalam kawah Candradimuka, Sukrasana ternyata tidak mati justru malah menjadi sakti luar biasa, hanya saja tubunya tetap kecil, tidak menjadi tegap seperti kakaknya, Raden Sumantri.


• Mendapat hadiah dari dewa

Karena Raden Sukrasana dianggap lulus dalam Tapa Brata (Menahan hawa nafsu, berpantang dan sebagainya) yang dilakukanya sedari bayi, Para Dewa berkenan memberikan Ajian Cakrabirawa kepadanya.


Ajian ini adalah ajian yang diciptakan oleh Bathara Guru (Sanghyang Manikmaya) dari seluruh kekuatan Raksasa Alengka yang tewas saat dahulu barisan prajurit Raksasa Alengka di bawah pimpinan Kumbakarna putra Resi Wisrawa menyerang Kahyangan Kaendran Rinjamaya milik Bathara Indra.


Jika Raden Sukrasana merapal Ajian Candrabirawa, akan muncul 1000 raksasa kerdil putih yang jika diserang justru akan bertambah banyak dan kuat. 


Selain ajian ini, Raden Sukrasana juga bisa berjalan dan terbang di langit



• Membantu tugas berat Sang Kakak

Jasa Raden Sukrasana kepada kakaknya sangat besar, disaat Raden Sumantri disuruh Prabu Harjuna Sasrabahu putra Prabu Kartawirya Raja Keraton Mahespati untuk memindahkan Taman Sriwedari yang ada di Kahyangan Uttarasagara tempat bertahtanya Bathara Wisnu ke Keraton Mahespati.


Atas bantuan Raden Sukrasana inilah taman Sriwedari bisa dipindah dari Kahyangan Uttarasagara ke Keraton Mahespati.



• Setelah Di Keraton Mahespati

Setelah taman Sriwedari berada di Keraton Mahespati, permaisuri Raja Mahespati ketakutan melihat sosok raksasa kecil yang tidak lain adalah Raden Sukrasana.


Dia kemudian melapor kepada Prabu Harjuna Sasrabahu untuk membunuh sosok yang menakutkan itu yang berada di taman. 


Sang Raja kemudian menyuruh Raden Sumantri untuk mencari dan membunuhnya.


• Sesampainya di Taman

Sumantri tahu bahwa itu ulah dari adiknya, maka ditemuinya dan ditanya. Raden Sukrasana raksasa yang jujur dan mengakui semua perbuatanya.


Pada awalnya, Raden Sumantri tak tega dan hanya menyuruh Raden Sukrasana untuk pulang, tetapi Sang adik menolaknya dan memilih untuk tetap ikut kepada kakaknya yang dicintainya.


Untuk menakuti Raden Sukrasana, Raden Sumantri mengambil anak panah.


Raden Sukrasana yang ketakutan pun, menangis karena melihat kakaknya mengarahkan busur dan anak panah ke arahnya.


Karena tangisan dari sang adik membuat tangan Raden Sumantri yang sedang memegang busur dan anak panah gemetaran dan tanpa disengaja anak panah itu melesat dan menancap ke dada Raden Sukrasana.


Raden Sukrasana pun jatuh dan meninggal dunia.


Raden Sumantri merasa sangat menyesal dan menangisi jasad adiknya itu yang bersimbah darah.



Apa yang menjadi budi pekerti Raden Sukrasana itu termasuk perilaku terpuji dan patut ditiru.


Ikatan batin dengan saudara, entah itu saudara sedarah atau bukan harus tetap dibina, karena manusia adalah makhluk yang pada dasarnya makhluk yang selalu terpenjara dalam telaga kesepian.


Kesepian tidak hanya timbul dari tidak adanya orang lain yang menyayanginya, tetapi juga timbul bila tiada orang yang dapat menjadi tempat untuk mencurahkan segala kasih dan sayangnya kepada manusia lain.


Meskipun Raden Sukrasana buruk rupa dan berwujud raksasa kerdil, hatinya suci dan luhur seperti halnya Kumbakarna.


Konon, darah Sukrasana berwarna putih seperti Raden Puntadewa putra Prabu Pandu dan Begawan Bagaspati putra Bathara Nagapasa. 


Ketiga orang ini mempunyai sifat menerima yang keterlaluan, bahkan jika nyawanya diminta sekalipun, pasti akan diberikan.


Hati manusia itu penuh misteri, apa yang ada di dalam dada tidaklah pasti serupa dengan yang nampak, tidak selalu segaris dengan wajah dan perilaku yang terlihat.