SCP Foundation

SCP Foundation - фиктивная организация, задокументированная одноименным арт-проектом на веб-сайте, созданная на территории вымышленного SCP Foundation, Природоохранные организации и локации, ответственная за обнаружение и удержание объектов.

Creepypastas

Creepypasta este o legendă sau o imagine de groază copiată și lipită pe internet. Aceste intrări pe internet sunt deseori menite să sperie cititorii. Poveste paranormală simplă creată de utilizator Ei ucid Kill și conține povești groaznice despre evenimente din altă lume

urban legends

これは都市伝説のリストです。都市伝説、神話、または物語は、民俗学の現代的なジャンルです。それは通常、気味の悪いもの、迷信、クリプティッド、クリーピーパスタ、その他の恐怖を生み出す物語の要素に関連する架空の物語で構成されています。都市伝説は、しばしば地元の歴史と大衆文化に根ざしています。

Live or die. Make your choice [Billy the puppet]

Билли, механическая кукла-живот, которую использовал Джон Крамер, известен как «убийца головоломок» [франшиза «Пила»), который неоднократно использовался на протяжении всей игры, чтобы рассказывать жертвам о головоломке, которая отключает смертоносные правила и инструкции, которым нужно следовать. выжить, выжить или умереть сделай свой выбор

I'am mad scientist! Hououin Kyouma

シュタインズ・ゲートの物語は秋葉原で行われ、過去にテキストメッセージを送信できるデバイスに電子レンジをカスタマイズした友人のグループについてです。

25/02/19

CREEPYPASTA GAME : Tiger Liliy (Ragnarok) เกม ไทเกอร์ลิลลี่ - แร็กนาร็อค



Urban legend atau legenda ataupun dongeng biasanya ada dimasyarakat namun urban legend kali ini datang dari dunia game online. Disalah satu game online Ragnarok terdapat sebuah urban legend yang cukup dikenal, boleh percaya boleh tidak atau mungkin sebagian dari kita telah mengetahuinya dan inilah ceritanya.

Cerita ini saya dapat dari diskusi di salah satu private server dan ini benar-benar kejadian langka, baru kali ini saya mendengar tentang cerita hantu di dunia game online.



*****

Dulu pada saat Ragnarok pertama kali dibuka bahkan job 2 pun belum muncul, ketika itu di server Filipina. Tiger Lily itulah nick dari seorang Novice perempuan, sampai sini semua masih terdengar normal saja namun apa yang menyebabkan Tiger Lily begitu disoroti?



Tiger Lily selalu duduk di dalam bangunan penghubung antara desa orc dengan orc dungeon, mukanya selalu menghadap ke tembok, dia tidak pernah chat namun terkadang mengeluarkan emoticon, dia tidak pernah kemana-mana selalu disana dari pagi hingga malam. Banyak yang beranggapan itu hanya player iseng. Yang membuatnya misterius adalah ketika kita hendak menghampirinya, ia akan menjawab "go away, go away from me (nama asli kita)." Entah dari mana Tiger Lily tau nama asli orang yang menghampirinya. Namun bukan hanya sekedar tau nama asli, setelah Tiger Lily menyuruh kita pergi, char kita akan DC, internet putus dan lampu kedap kedip bahkan ada yang hingga mati lampu. Benar-benar suatu mimpi buruk untuk player Ragnarok.

Setelah dicek dari pihak developer ternyata Tiger Lily bukanlah NPC melaikan ID pemain biasa yang terdaftar namun dengan biodata yang tidak jelas dan akhirnya menjadi misteri. Dari sebuah sumber mengatakan Tiger Lily ini sebenarnya adalah seorang player biasa, seorang wanita dan yang jadi masalah adalah dia meninggal di depan PC nya saat bermain Ragnarok.

Pada tahun 2004 setelah itu selama 100 hari kematiannya banyak hal aneh yang terjadi dan char Tiger Lily tidak pernah tercatat online di server dan katanya sebagian besar orang yang bertemu dengan Tiger Lily tidak punya kesempatan hidup untuk menceritakannya dan sebagian lagi dari mereka menjadi frustasi karena mimpi buruk yang berkata Tiger Lily sering menghantui mereka lewat mimpi.

Hingga saat ini Tiger Lily masih menjadi misteri dan urban legen di kalangan pemain Ragnarok, kalian bisa cek cerita lengkap Tiger Lily yang ditulis beberapa forum Ragnarok. Siapa sebenarnya Tiger Lily?

Tiger Lily juga diangkat menjadi sebuah komik pada Kontes komik yang diadakan developer IDRO.

-Setelah cerita misteri ini diselidiki, ternyata ada sebuah kisah dibalik semuanya, simak cerita berikut ini :


Tiger lily sebenarnya seorang player biasa, seorang wanita, yang bisa di bilang cantik. Namun, yang menjadi akar dari semua kisah ini adalah Tiger Lily meninggal di depan CPUnya pada saat main RO.

Setelah kematiannya itu selama 100 hari berikutnya banyak kejadian2 aneh terjadi... dan salah satunya cerita misterius di atas

Tiger Lily ternyata tidak ada di list char-server (list player yang sedang online) milik server Ragnarok Filipina, dan yang paling mengerikan adalah sebagian besar player yang bertemu dengan Tiger Lily, tidak mau menceritakan lebih banyak tentangnya, penyebabnya adalah Tiger Lily berulang kali masuk dalam mimpi mereka dan mengakibatkan paranoid yang berlebihan.

tiger lily  mean Symbol of Wealth, Positivity and Pride

CREEPYPASTA : ME…ROR

"Seorang gadis muda berinisial C telah menghilang selama tiga hari. Diduga ia juga menjadi salah satu korban dari psikopat yang sampai kini masih menjadi buronan. Psikopat tersebut telah membunuh dan memutilasi 13 korbannya lalu meninggalkan potongan tubuh mereka dikantin-kantin sekolah korban setelah sebelumnya merendam potongan-potongan tubuh tersebut dalam formalin. Seorang pemuda yang mengaku kekasih dari salah satu korban kini dirawat akibat diduga menderita gangguan jiwa.."

"Bodoh..."

Layar TV itu kini menjadi gelap. Aku menarik lututku mendekat ke tubuhku. Sudah tiga minggu berita yang sama menghiasi semua saluran TV.

"Dasar bodoh.."

Keheningan terasa begitu mencekam. Aku beranjak meninggalkan sofa empukku dan menapaki kamar mandi kecilku. Kutatap bayanganku dicermin. Hembusan nafasku mengaburkan bayanganku, menutupinya dengan uap.

Semua gadis yang menjadi korban adalah gadis-gadis yang terkenal kecantikannya. Gadis-gadis pujaan. Tapi Doni... pemuda itu… menjadi gila hanya karena seorang gadis yang menjadi korban? Tidak masuk akal. Apa cinta memang segila itu?

Aku membasuh wajahku dan menyingkirkan embun yang menutupi cermin dihadapanku. Kini aku dapat melihat bayanganku dengan jelas.

Gadis-gadis cantik.

Ya, korbannya adalah gadis-gadis yang berparas rupawan. Kutatap wajahku dicermin. Apa mungkin aku adalah korban selanjutnya?

PRANG!

"Hei!"

Seketika lamunanku buyar. Jantungku berdegup kencang. Apa itu? Ah... tidak ada alat apapun dikamar mandi ini yang bisa kugunakan untuk membela diri. Baiklah, aku harus berani.

Dengan berat kulangkahkan kaki menuju dapur. Sepertinya suara tadi berasal dari sana. "Siapa itu?"

Tak ada jawaban. Aku merasa tegang. Mengendap-endap adalah langkah yang baik. Aku sampai didapur dan tak ada siapapun disana. Huh, ada apa sebenarnya?!

Kemudian, Meoly, kucingku, keluar dari bawah meja dan menggeliat manja di kakiku.

"Kau rupanya!" dengusku kesal. "Apa lagi yang kau lakukan?"

Aku beranjak mengitari meja untuk memeriksanya. Meoly mengikutiku seolah tanpa salah.

"Kau menjatuhkan ini!" Dengan kesal aku memungut toples yang terjatuh dan membereskannya. "Sudah kubilang kau harus sabar menunggu…"

Tak sengaja aku menatap bayanganku di cermin yang sengaja kuletakkan di dapur. Akupun salah satu gadis populer. Seketika aku bergidik. Rasanya ada yang salah. Ya, aku adalah seorang gadis yang populer. Aku mulai merasa tak nyaman.

Sepertinya cinta memang membuat orang gila. Aku menatap ngeri ke tangan kananku yang hendak memasukkan kembali bola mata itu ke dalam toples.

Bola mata Nicole, gadis yang telah merebut Doni dariku!

Aku mengatupkan jemari tanganku meremas bola mata itu hingga pecah. Cairannya membuat tanganku terasa lengket. Aku menjilat telunjukku yang basah dan lengket. Rasanya sungguh menjijikkan.

Aku menatap cermin dihadapanku. Bayanganku kini tersenyum beringas memamerkan taring-taringnya yang tersembunyi.

Ia memujiku. Ia terus memuji kecantikanku.

"DIAM!!!"

Aku melihat kedua tanganku, tubuhku. Aku menyentuh wajahku. Jika aku sudah cukup cantik, kenapa mereka masih berpaling kepada yang lain? Kenapa Doni masih tidak ingin melihatku? Aku tak peduli bahkan jika itu ibunya... aku ingin dia hanya melihatku!

Aku meraih pisau yang tergeletak di atas meja. Benda itu masih berkilau seperti saat aku memakainya untuk menguliti wajah gadis-gadis cantik itu. Tak ada yang boleh menyaingiku! Tak seorangpun! Hanya aku!

"Benar kan?"

Aku menyentuh cermin itu.. Bayanganku tersenyum gembira.

Ia setuju.

Ia sangat setuju.

Tapi aku sudah muak… aku muak... aku tidak puas...

Aku sudah mencungkil bola mata mereka yang mereka puja-puja itu… aku sudah mengoyak bibir dan lidah mereka dengan garpu kesayanganku.. Aku memecahkan hidung mereka. Tapi aku belum puas.

Aku belum puas…

Aku kembali menatap cermin, ada rasa khawatir yang kurasakan di sana. Bayanganku terlihat cemas saat aku mengangkat pisau itu dan mendekatkannya ketubuhku.

Ia gelisah.

Hahaha. Ia benar-benar gelisah.

Aku melihat warna yang sama merembes dari bajuku seperti saat usus-usus itu kugenggam dalam tanganku. Hei, hei, ini menyenangkan. Bayanganku mulai menggedor-gedor cermin itu, membuatnya bergoyang dengan gerakan paniknya itu.

Aku tertawa. Aku menusuk pisau itu lebih dalam. Menariknya hingga aku dapat merasakan darah itu membanjiri lantai dapurku. Melalui lubang itu kumasukkan tanganku kedalam dan menarik tali-tali berongga itu keluar.

"Oohh... seperti inilah ususku..."

Hahaha, ini menyenangkan! Jika guruku tahu, mungkin ia akan memberiku nilai A untuk biologi.

"Aahh!!"

Ini terasa sakit. Aku menatap lagi bayanganku di cermin, ia masih menggedor-gedor juga. Tapi kini ia terlihat sangat jelek dengan usus menggantung seperti itu. Kuarahkan pisau itu kemataku. Kutusuk lalu kuputar perlahan hingga cairannya kurasakan menetes dan membasahi bibirku. Kulakukan hal yang sama dengan mataku yang lainnya. Langkah terakhir. Kumasukkan tanganku melalui celah yang sudah terbentuk di perutku. Tanganku menembus suatu penghalang dan kurasakan tanganku menyentuh benda yang berdenyut itu.

Hei, kupikir ini lah jantungku, sayang aku tak bisa melihatnya lagi. Kugenggam dan kutarik benda itu keluar bersamaan dengan kurasakan pecahan-pecahan cermin menerpa tubuhku.

Sekarang, aku puas...




SC : Ichaa Miinah'miinah Micheyo

LUHA


Namaku Luha. Aku akan menceritakan pengalamanku dulu, saat acara perpisahan sekolah.

Kami merencanakan untuk membuat acara perpisahan sendiri yang berisikan teman sekelas kami saja. Kami akan menyewa sebuah villa kecil di daerah Ciater. Niatnya sih kami ingin semua teman sekelas ikut kumpul dan membuat rencana setelah lulus nanti. Tapi justru karena hal tersebutlah kami mendapatkan hal buruk.

Sekitar pukul delapan malam, Aku pergi menuju rumah Angga. Di sanalah tempat kami berkumpul sebelum pergi besok pagi.

Sesampainya di sana Ku lihat beberapa temanku sudah hadir. Ada yang sedang duduk di depan tv menonton bola sambil makan kacang, dan ada juga yang sedang asik mengobrol di ruang tamu. Tak salah memilih rumah Angga untuk menginap semalam sebelum pergi besok pagi, karena rumahnya cukup besar. Dan pada saat itu kedua orang tua Angga sedang pergi ke luar kota karena ada keperluan bisnis.

Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, teman ku Sahid mengajakku mencari makan di luar. Karena perutku juga merasakan lapar, maka aku mengikut saja dibelakang. Kami pergi berlima, temanku yang lain hanya menitip.

Rumah Angga terletak jauh dari jalan Raya. Untuk menuju jalan, kami harus berjalan terlebih dahulu di Gang yang sempit.

Udara malam itu sangat dingin. Mungkin karena Bandung baru saja diguyur oleh hujan. Dan suasana sudah sangat sepi. Ku lihat pedagang makanan sudah mulai berkemas untuk pulang. Mudah - mudahan di sekitaran sini masih ada tukang Nasi Goreng yang mangkal.

Sesaat kami berjalan menuju perempatan, "BRUUGGHH!!"
Terjadi kecelakaan motor. Jelas sekali kejadian tersebut terjadi di depan tempat kami berdiri. Spontan kami langsung berlari untuk membantu korban kecelakaan tersebut.

Kedua pengendara motor tersebut tersungkur di pinggiran jalan raya tersebut. Kulihat darah segar dimana - mana. Baru kali ini aku melihat kecelakaan motor separah ini. Kedua - duanya mengemudikan motornya sangat kencang.

Satu pria dan satu lagi wanita. Keduanya masih hidup, karena kulihat pria tersebut menggerakan badannya saat dibopong ke pinggir. Dan yang satu lagi, wanita, dia menjerit meminta tolong, "TOLOONG.. TOLOONG...!!" suara nya sangat lirih. Kasihan.

Temanku Andi ikut menggotong wanita itu ke pinggir jalan. Dan tak lama ku lihat sudah banyak orang yang berkerumun di sana. Mulai dari warga sekitar hingga pengguna jalan lainnya yang penasaran ingin melihat ada kejadian apa di sana.

Ku lihat dengan seksama wanita tersebut. Kepalanya pecah, darah berlumuran di wajahnya. helm yang dipakainya entah dimana. Karena tabrakan yang sangat keraslah yang menyebabkan seperti itu. Dan tak lama kedua korban tersebut dibawa oleh mobil untuk dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Setelah melihat kejadian tersebut, kami memutuskan untuk kembali pulang ke rumah Angga dan tak jadi membeli NasiGoreng. Nafsu makan kami hilang begitu melihat darah yang berceceran. Kami memutuskan untuk memasak mie saja untuk mengganjal perut lapar kami. Dan ku lihat baju yang dipakai Andi penuh dengan darah wanita tadi. Karena Ia menolongnya menggotong tubuh wanita itu.

"Sungguh Mengerikan." pikirku.

Singkat cerita,

Esok paginya, kami semua sudah berkumpul dan siap untuk berangkat menuju Ciater Villa yang telah kami sewa. "Ki, bawa motornya pelan-pelan aja ya!" pinta ku kepada temanku, Diki. Aku berboncengan dengan Diki. Aku masih ngeri memikirkan kejadian semalam.

Acara berjalan lancar normal - normal saja. Tetapi malam harinya.....

Kami rombongan hendak pulang ke villa tempat kami menginap. Setelah bersenang - senang, Kami pun pulang pada malam hari. Kami bepergian dengan 7 motor, berboncengan dengan yang lainnya. Udara terasa sangat dingin sekali. Dan hujan mulai turun deras, disertai dengan angin yang berhembus sangat kencang. Kami pun menghentikan laju motor kami, dan berteduh di sebuah kios kosong tak berpenghuni. Suasana sekitar sangat sepi, ditambah gelap malam yang hanya diterangi oleh sinar bulan. Di kios tersebut diterangi oleh lampu kecil yang menyala redup, menambah suasana menyeramkan di pikiranku.

Tiba - tiba saja, "Woy, daripada bengong mending kita dengerin cerita Nightmare Side aja gimana? Ini kan malam jumat, Bro?" seru Azim. Kami memang sering mendengarkan Acara Nightmare Side bersama. Tapi aku agak ragu melihat kondisi tempat sekitar, sangat menggambarkan suasana pemakaman umum.

Azim terlihat sangat bersemangat mengeluarkan Ponselnya, dan segera menyetel radio Ardan. Tepat sekali siaran Nightmare Side sedang berlangsung. Ternyata sudah di cerita ketiga. Dan kami pun semua mendengarkan dengan seksama.

Setelah ceritanya selesai, kulihat hujan sudah berhenti. "Gak sadar ujannya udah berhenti, Yuk Cabut!" perintah Sahid.

Entah kenapa saat akan pergi, ku lihat raut wajah Andi dan Azim sangat pucat. Seperti habis melihat setan. Aku tak sempat menanyakannya.

Sahid yang memimpin rombongan, dengan mengendarai motor paling depan tiba - tiba mengerem mendadak. Aku dan teman - teman lainnya terkejut keheranan. "Tadi gua liat perempuan!" jelas Sahid. "Serius gua gak bohong! Tadi kesorot sama lampu motor gua." Sahid menegaskan kalo dia benar.

"Ayo cepet pulang!" pinta Andi. dia nampak ketakutan.

Kami pun semua mempercepat laju motor kami. Ingin rasa nya cepat sampai villa. Sebab aku sedari awal berada di kios sudah merasa tak nyaman.

Saat sampai di villa, kami langsung masuk ke dalam dan berkumpul di ruang tengah. Ku lihat lagi Andi masih terlihat pucat. "Di, lo gak apa-apa?" aku coba bertanya.

Andi terlihat kaget mendengar pertanyaanku, "Ha, tadi di jalan gua liat perempuan yang waktu kemarin kita tolong. Wajahnya sama persis dengan luka parah di kepalanya."

Kami semua kaget dengar pengakuan Andi. Entah percaya atau tidak, Kami semua hening.

Lalu, "Dia meminta tolong untuk mencarikan bagian lidahnya yang hilang saat kecelakaan kemarin." jelas Andi lagi.

Lanjut dari pengakuan temanku yang lain, saat kami mendengarkan cerita Nightmare Side tadi, dia mendengar suara anak ayam. Namun terdengar sangat jauh sekali suaranya. Dan yang lain pun mengiyakan, bahwa mereka pun juga mendengarkan hal yang sama.

Jujur saja, aku pun juga mendengarkannya. Tetapi aku tidak berani membicarakannya. Karena takut mengganggu suasana.

Setelah pulang dari Ciater, kami langsung ke lokasi dimana kecelakaan kemarin terjadi. Kami berdoa bersama dengan maksud arwah wanita tersebut tidak lagi mengganggu kami.

Dan setelah itu, arwah wanita itu tidak lagi menghantui kami.



sc : sadewa-nightmareshare.blogspot.com

Alice in Horrorland

Sebuah pertunjukan drama musikal dipenuhi penonton. Alice in Wonderland? Bukankah itu sebuah drama musical yang melegenda?
Kali ini tirai perlahan naik, memunculkan panggung dengan keadaan kosong dan aneh.

Suara musik didentingkan, diikuti suara tawa "HAHAHAHAHA" yang menggelegar.

Muncul pria yang memakai setelan jas biru dan topeng kelinci. "Mengintip melalui cermin di Wonderland, bukankah ini lebih menyenangkan dari Disney Land yang konyol?" Ia bernyanyi dengan nada yang aneh.

Pria berotot memakai topeng mickey mouse dan baju senam datang dengan cara salto dari ujung panggung hingga ke tempat pria kelinci itu berada.

"Ouch! Punggungku!! Punggungku!!" teriak pria berotot itu.

Hening sebentar.

Sekarang, gadis aneh, berambut biru, dengan kulit pucat dan bekas jahitan di beberapa sisinya, berjalan terseok-seok ke tengah panggung. Ia membawa boneka dan menjulurkan jari-jarinya yang bengkok dan sudah tidak bisa dibilang normal.

"Yeah, ini lebih menarik dari dunia tempatku berasal! Mungkin aku harus mempunyai tiga kaki di duniamu?" Tanya gadis itu ke pria bertopeng kelinci. Setiap percakapan yang mereka lakukan, dilantunkan dengan sebuah lagu dan musik yang aneh.

Datang seorang suster cantik membawa pisau bedah dengan panjang 1 meter.

Ia mengarahkan pisau itu ke arah penonton, "Ini adalah dunia kekejian! Snow White sudah kami jadikan bubuk sagu, Cinderella sudah menjadi permen! Dan putri duyung? Oh, kami memanggang dan memakan dia!"

Sontak penonton bertepuk tangan riuh, di sudut panggung, narator mengisyaratkan untuk tetap tenang.

Kali ini mereka bernyanyi bersama "Selamat datang di dunia kami!! Jika kau adalah anak yang baik, maka tidak sepantasnya kau disini...

Lain dari Wonderland, ini adalah Horrorland! Periksalah tiket kalian, wahai anak-anak! Apa yang tertulis disana?"

Penonton—yang ternyata seluruhnya adalah anak-anak berumur di bawah 15 tahun, segera memeriksa tiket mereka. Tiket yang semula ditulis 'Alice in Wonderland, kini berubah menjadi 'Alice in Horrorland'. Ditambah dengan tulisan 'Bersediakah kau bergabung menjadi anggota kami?'

"Selamat datang di mimpi buruk, kalian bisa menjadi apapun yang kalian suka, cepat ambil peralatan di samping sana untuk mewujudkan impian kalian!!" Teriak suster tadi.

Setengah tirai di sudut panggung, yang sedari tadi tidak dibuka, kali ini terangkat naik dan memperlihatkan alat-alat seperti pemotong daging, gergaji mesin, pemanggang daging, dan masih banyak alat-alat lainnya.

Serta sebuah kotak penuh berisi beberapa potongan tubuh hewan, masker berbentuk hewan, dan sayap buatan.

"Naiklah ke atas panggung, jadilah bintang di dunia kami!!" Teriak gadis berambut biru.

Sontak anak-anak berlari ke arah panggung dan berteriak riuh. Mereka mulai mencopot pasang bagian tubuhnya.

Ada yang mencelupkan separuh kepalanya ke minyak panas, kemudian ia tertawa dan menaruh potongan kepala sapi di atasnya.

Yang lain sibuk memotong beberapa bagian tubuh mereka seperti tangan, kaki, dan leher. Kini panggung penuh dengan darah dan tawa ceria anak-anak tersebut.



SC : Vocaloid

CREEPYPASTA : A Perfect Pair


Aku sangat lelah dengan semua ini. Kau datang dan pergi seenaknya. Terkadang kau benar-benar mengabaikanku, dan terkadang kau hanya memandangiku untuk waktu yang lama.

Kau belajar dariku, seakan-akan aku adalah orang yang akan memberikanmu jawaban; akulah satu-satunya yang akan menyelamatkanmu.

Namun, aku pikir aku bisa.

Aku ingin membawamu ke dunia tempatku berada dan membuatmu berada jauh dari semua hal yang bisa menyakitimu.

Aku tidak dapat menghitung berapa kali aku melihatmu sedang menangis. Sayangnya, aku tidak bisa membantu kecuali melakukan hal yang sama.

Ketika kau tersenyum, maka aku harus ikut tersenyum. Tak seorangpun yang dapat memberi tahu kepadamu apa yang kulakukan, dan tak seorangpun yang bisa melihat apa yang kulihat.

Siapa lagi yang bisa melihatmu sedang muntah, dan tetap ingin berada di sisimu? Kau bahkan memencet jerawat ketika aku ada di sekitarmu. Bukankah itu merupakan suatu gejala keintiman, loyalitas sejati dan persahabatan yang murni?

Sebelum kau pergi pagi ini, kau menghabiskan banyak waktu untuk melihat ke dalam mataku, tanpa berkata apapun. Matamu… mereka mengatakan kepadaku segala sesuatu yang seharusnya aku dengar.

Kau pun merasakan hal yang sama, aku tahu itu. Kau mengagumiku sama seperti aku mengagumimu, di atas batas antara godaan. Matamu tidak pernah berbohong, karena jiwa kita itu sama—pada dasarnya kita adalah kembar, ditakdirkan untuk hidup bersama, dalam suatu keadaan yang lepas dari kenyataan pahit.

Aku dapat membawamu ke sana. Bahkan, aku sudah memutuskan bahwa malam ini adalah malamnya. Malam ini adalah malam di mana aku akan datang untuk membebaskan kita. Aku sudah menunggu akan hal ini untuk waktu yang cukup lama.

Malam ini, saat kau sudah tertidur, aku akan ke luar dari dalam cermin dan membawamu kembali. Kembali ke dalam keindahan milikku, yang sudah lama terlupakan olehmu….


SC :  Creepypasta.com

CREEPYPASTA GAME : Luigi Mansion fact (?)

Luigi Mansion adalah game untuk Gamecube yang memiliki adegan dimana Luigi menjawab telepon dan tiba-tiba petir menyambar sehingga menerangi sosoknya di dinding . Masalahnya, bayangan Luigi tampak seperti Luigi yang sedang tergantung tercekik di langit-langit. Mungkinkah itu berarti Luigi sebenarnya sudah mati dan telah menjadi hantu ? Ini bisa jadi hanyalah sebuah error atau bug dalam game, tetapi beberapa pemain percaya ini adalah versi gelap yang ditunjukkan secara eksplisit dari game ini.

source : Kaskus

kitab sworm book of honorius

The sworm book of honorius Juga dikenal sebagai Liber Juratus Honorii, merupakan salah satu teks mengenai ilmu sihir yang paling tua dan berpengaruh pada abad pertengahan. Di dalam kata pembukaan buku tersebut disebutkan tujuan dari disusunnya teks ini adalah untuk melestarikan ajaran inti dari sihir yang sakral, juga sebagai acuan dalam menghadapi penganiayaan yang intens oleh para pejabat gereja. Hal ini mungkin disebabkan oleh tindakan Paus Yohanes XXII pada tahun 1316 - 1334 yang ingin memusnahkan kepercayaan tentang sihir.

Seperti halnya dengan buku-buku mantra dan doa-doa lainnya, The Sworn Book of Honorious memfokuskan pada ritual memanggil malaikat-malaikat, iblis-iblis, dan roh-roh lain untuk mendapatkan pengetahuan juga kemampuan tertentu. Dengan mengulang-ulang mantra yang tertera, maka si perapal mantra dijanjikan kekayaan dan kemampuan yang luar biasa. Kemampuan yang ditawarkan mempunyai tingkatan dari yang mengagumkan (seperti dapat menimbulkan banjir dan menghancurkan sebuah kerajaan) sampai kepada kemampuan yang menakutkan seperti mampu melihat kedalam api penyembahan atau pun mengetahui tentang hari kematian seseorang. Adapun mantra yang paling buruk adalah untuk membuat seseorang sakit, menyebabkan perselisihan dan perdebatan, juga untuk membunuh seseorang yang kita inginkan.

CREEPYPASTA : Descendant

Handphone milik Theo berdering. Nadanya menandakan bahwa panggilan itu berasal dari nomor tidak dikenal.

“Halo?” Theo mengangkat panggilan itu sambil berjalan ke arah kamar mandi.

“Theo! Apakah ini kau?” sahut sebuah suara perempuan yang mungkin seumuran dengan Theo dari seberang sana. Theo berpikir sebentar, sebelum akhirnya mengenali suara milik Lilitha, teman semasa SMA nya dulu.

“Oh! Hai, Lil. Apakah kau Lilitha? Wah, sudah lama sekali rasanya tidak berbincang ya. Bagaimana keadaanmu?” Theo tidak bisa menghentikan pertanyaan untuk gadis yang pernah ditaksirnya dulu. Lilitha memang cantik secara fisik dan mempunyai tubuh yang ideal. Bahkan menurut mata lelaki, tubuhnya tergolong seksi.

“Tentu saja, aku baik. Bagaimana keadaanmu sekarang?” jawab Lilitha dengan nada lembut.

Theo berbalik arah. Tidak jadi ke kamar mandi, karena baginya ini pembicaraan spesial. Telepon dari orang yang pernah disukai—atau mungkin memang masih—memang menjadi alasan khusus seseorang meninggalkan apapun yang sedang ia kerjakan sekarang.

“Aku … yeah, seperti inilah. Mencoba berjuang untuk hidup sendiri, dan mencari semuanya dari nol.” Terdengar nada bangga dari perkataan Theo barusan.

“Wow! Apakah kau sekarang bekerja? Di mana?”

“Mengelola semuanya dari rumah. Sebatas programmer dan web designer, namun mereka membayar lebih atas semua kejutan yang kuberikan.” Sepertinya Theo memang tipe yang suka menyombongkan diri. “Bagaimana denganmu? Apa kau kuliah sekarang? Atau kerja?” Theo melanjutkan pertanyaan yang terkesan beruntun.

“Aku membantu bisnis orang tua sekarang. Hei, omong-omong, apa kau punya rencana hari Jumat minggu ini?” jawaban Lilitha terdengar lebih semangat.

Theo berpikir sebentar. Sebenarnya ada project yang sudah hampir deadline, tapi pertanyaan Lilitha terdengar seperti ajakan untuk pergi ke luar yang membuat Theo memutuskan untuk mengesampingkan pekerjaannya.

“Tidak ada. Jumat ini aku kosong, kenapa memangnya?”

“Ini … bagaimana aku harus memulai …,” Lilitha terdengar gugup saat berbicara. “Aku memenangkan tiket ke taman bermain bernama ‘Wander Land’ yang ada di tengah kota sana, ada tiga tiket, namun aku bingung harus pergi ke sana dengan siapa. Aku sudah mencoba untuk menghubungi teman-teman lain, namun baru Fiura yang merespon dan mengatakan akan ikut. Jadi, daripada tiket ini terbuang kalau hanya aku dan Fiura yang pergi, apakah kau mungkin bisa … ikut?”

Theo tersenyum simpul saat mendengar ajakan Lilitha. Tepat dugaanku, pikir Theo. Ia terlalu senang sampai-sampai butuh beberapa detik terdiam untuk mengkhayal. Ditambah, Fiura juga salah satu gadis cantik yang ada di kelasnya waktu SMA dulu. ‘Ke taman bermain bersama dua gadis cantik? Kenapa tidak?’ batin Theo yang masih menghayal.

“Apakah kau masih disana, Theo?” tanya Lilitha yang kebingungan karena tiba-tiba hening.

“I-iya … aku pasti ikut! Jumat nanti ya? Oke oke! Di mana kita akan bertemu?” Theo merasa jantungnya berdegup kencang karena senang. Dengan seksama, ia mendengarkan penjelasan Lilitha yang akan menghampiri rumah Fiura terlebih dahulu dan rencana mereka berkumpul di depan taman bermain itu tepat jam sepuluh pagi.
Usai pembicaraan panjang, Theo menutup telepon dan berjingkrak senang. “Yes!” teriaknya, “Akhirnya!”

Terlihat senang memang, terlebih sewaktu SMA, Theo adalah pria yang sampai lulus selalu memendam perasaannya kepada gadis-gadis yang ia sukai. Mungkin baginya, cinta itu bukan sesuatu yang harus selalu diincar. Lusa adalah hari istimewa baginya, kesempatan langka yang harus ia manfaatkan.

***

Theo melirik jam berkali-kali. Terasa gelisah saat kedua gadis cantik yang ditunggunya tak kunjung menampakkan batang hidung mereka.

“Sudah jam sepuluh lebih, namun belum juga datang. Dasar wanita!” Theo melirik mesin minuman otomatis yang berada tepat di samping pintu masuk. ‘Mungkin satu kaleng soda bisa menemani,’ pikirnya saat melangkahkan kaki dan merogoh dompet. Theo memandangi satu-persatu deretan merek minuman kaleng di hadapannya. Belum sempat Theo memasukan koin ke dalam mesin minuman, terasa tangan-tangan putih nan mulus merangkul dan memeluk lehernya.
“Boo!” seru suara seorang wanita.

Theo bergerak mundur sehingga bahunya menabrak mesin minuman. Theo melihat dengan seksama sosok yang memakai atasan berwarna merah dan rok berwarna hitam dengan garis merah. Rambut berwarna coklat yang dibentuk bergelombang, dipadu oleh wajah menawan khas asia. “Lil … Lilitha?” Theo tergagap melihat keanggunan wanita yang dari dulu tidak pernah berkurang kecantikannya. Di samping Lilitha juga berdiri Fiura, memakai gaun pink cerah dan membawa tas bergambar kelinci putih.

“Wah, kalian membuat jantungku hampir copot!” Theo merasa dirinya salah tingkah. Kembali, ia memperhatikan lekat-lekat kedua wanita tadi yang sekarang terlihat berbisik dan cekikikan. ‘Mimpi apa aku semalam, hingga bisa ditemani dua wanita cantik di Wander Land,’ pikir Theo yang diam membatu memandangi dua wanita cantik di depannya. “Udah yuk masuk, keburu ramai loh!” Lilitha memecah keheningan dan membuat Theo terkejut.

“O … Oke.”

***

“Selamat Datang di Wander Land. Perhatikan Sepatumu agar Tidak Rusak karena Terlalu Banyak Berkeliling.” Itulah tulisan panjang yang menyambut mereka bertiga. Theo mengeryitkan dahi karena merasa tulisan ini terbaca sangat aneh.

Taman bermain yang sangat terkenal di kota ini, memiliki beragam wahana ekstrem dan menarik. Selalu ramai oleh pengunjung setiap harinya, bahkan pengunjung dari luar kota. Fasilitas-fasilitas yang membuat nyaman pengunjung juga merupakan salah satu ke istimewaan dari Wander Land.

“Ramai sekali ya, sudah 2 tahun tidak datang kesini … rasanya sangat berbeda.” Fiura menunjukkan wajah kagum yang berseri.

“Jadi dulu kamu pernah kesini ?” Theo bertanya, sekadar basa-basi. Fiura hanya mengangguk pertanda menjawab ‘iya’ di saat dirinya terlalu sibuk melihat ke sekitar.

“Tas kamu lucu ya, Fiura?” Tanya Lilitha sambil menarik pelan tas bergambar kelinci putih itu.

“Eh? Ah … iya ... ini tas pemberian mendiang ayah ku,” jawab Fiura dengan pelan sambil memandang nanar ke arah langit.

“Ooops, maaf. Tidak seharusnya aku menanyakan hal ini,” terdengar nada penyesalan di ucapan Lilitha.

“Jangan terlalu dipikirkan, ini bukan masalah besar, Lil ….”
Theo melihat suasana kaku di antara mereka. “Hei. Menurut kalian, mana yang pertama? Roller Coaster, mungkin?” tanya Theo dengan nada menggoda.

“Boleh, siapa takut?” Fiura kini terlihat lebih bersemangat.

“Tunggu dulu, baru masuk sudah mau mencicipi Wahana ekstrim?” Lilitha terdengar agak ragu.

“Ya sudah, ke mana sebaiknya?” tanya Theo putus asa.

“Hei! Bagaimana kalo kita naik itu!” Fiura menunjuk ke sebuah wahana. Bianglala dengan warna keemasan yang sangat besar dan tinggi dengan hiasan dedaunan di pinggiran pintu yang membuat kesan elegan.

“Haha, kau yakin mau naik itu, Fiura?” nada bicara Theo terdengar meledek. “Ya sudah, yuk!”

Pada akhirnya, mereka berjalan menuju bianglala yang menarik minat Fiura.

***

Pemandangan dari atas bianglala emas ini membuat Theo dan Fiura terpana. Mereka dapat melihat keseluruhan wahana yang ada di dalam Wander Land.

“Hei, kalian bisa melihat itu?” Lilitha memecah keheningan saat menunjuk ke suatu bagian yang terdapat di sisi utara Wander Land.
Theo dan Fiura memicingkan mata untuk melihat lebih jelas wahana yang dimaksud oleh Lilitha.

“Kelihatan kan? Itu adalah Rumah Hantu. Bagaimana kalo sehabis ini kita ke sana?” tanya Lilitha dengan nada menantang.

“Hah? Rumah Hantu?” Fiura terlihat sedikit pucat. “Aku tidak mau ah, aku ta—”

“Hantunya bohongan, kok,” potong Lilitha dengan senyuman kecil dan menyakinkan Fiura agar tidak takut.

“Iya, tapi ….”

“Kau tidak perlu takut, ada pejantan di sini!” lagi-lagi nada bicara Theo terdengar sombong.

“Lagipula ...,” lanjut Lilitha. “Aku memang berniat untuk mengajak kalian berdua masuk ke Wahana Rumah Hantu itu tadi.”

***

“Ka-kalian … yakin?” Fiura menelan ludah, memandangi suasana suram di luar pintu masuk wahana Rumah Hantu. Kali ini, wanita yang memakai sepatu hak 5 senti itu merapat ke sisi Theo dan membuat Theo salah tingkah.

“Apa yang kau takutkan? Sudah pasti ini hanya bohongan.” Theo berusaha menenangkan Fiura dengan logika, sementara Lilitha sudah beberapa meter melangkah di depan mereka.

“Ayo kalian, sampai kapan mau berdiri dan menunggu wahana ini ramai? Akan lebih baik jika sepi, bukan?” Lilitha nampak tak sabar untuk segera masuk ke sana. Fiura berkali-kali memandangi poster besar bergambar badan seorang lelaki dengan kepala penuh darah yang dipegang di tangannya. Sementara Theo sudah bergerak maju, hingga mau tak mau Fiura juga mengikuti langkah mereka.

Tirai hitam menyambut di hadapan mereka, dengan beberapa papan peringatan yang berisi larangan untuk masuk bagi orang yang menderita penyakit jantung, asma, ataupun penyakit kronis yang bisa kambuh sewaktu-waktu. Lilitha menyibak tirai dan melangkah masuk ke dalam, diikuti oleh Fiura dan Theo.

Bau anyir menyerbak di udara seakan memaksa hidung mereka menghirupnya. Ruangan di balik tirai hitam hanya diterangi oleh lampu-lampu tempel redup bercahayakan jingga. Selain itu, tidak ada apapun. Hanya lorong kosong dengan dinding batu. Bagai di dalam gua, pikir Theo.

Lilitha bertanya seakan tidak terusik dengan bau anyir itu. “Sepertinya di depan ada jalan bercabang, bagaimana kalau kita ambil jalan yang kiri?”

Theo dan Fiura menutup hidung untuk menahan bau anyir itu. “Terserah kau saja,” ucap Theo sambil tetap menutup hidung.

Mereka bertiga memilih jalan kiri dan tiba pada suatu ruangan. Ruangan tersebut juga memanfaatkan cahaya dari lampu tempel. Hanya saja, di ruangan itu ada sebuah meja dan tubuh manusia yang terkoyak hingga mengeluarkan organ dalamnya. Di sisi lain ruangan itu, terdapat dua tubuh berjubah hitam yang berdiri mematung dan hampir membuat Fiura berteriak karena ngeri.

“Tenang saja,” sahut Lilitha sambil berjalan ke arah dua tubuh berjubah tadi. “Lihat, hanya boneka …,” Lilitha dengan santai menyentuh tubuh-tubuh itu.
“Zrekk!”

Di belakang Theo dan Fiura, tiba-tiba saja ada empat orang yang berjubah hitam—dengan jubah yang persis sama dengan ‘boneka’ yang disebut Lilitha—membekuk Theo dan Fiura dengan cepat dan menutup mulut mereka dengan sebuah kain.

“Yang asli, di sana …,” Lilitha tersenyum aneh, sambil menunjuk ke arah mereka. Wanita itu kemudian berbalik dan menempelkan tangannya ke dinding di dekat ‘boneka’ berjubah tadi.

“Dorchadas, An Anam, llame rio Estigia. Thaispeaint dom an tiarna dorchadais!” Lilitha yang meracau dalam bahasa yang tidak dimengerti oleh Fiura dan Theo, membuat dinding yang disentuhnya berpendar dengan warna hitam. Bagai terbakar oleh sebuah api hitam, dinding itu menjadi sebuah jalan baru. Tanah gersang dengan langit hitam, kini tersaji di hadapan Lilitha.

Theo berusaha melawan, namun cengkraman mereka sangat erat. Sementara Fiura hanya bisa diam dengan tatapan lesu. Seketika Lilitha berbalik dan tersenyum picik ke arah mereka.

“Kau tahu, Fiura?” Lilitha berkata lirih. “Laki-laki yang menjadi tumbal pada Jumat tanggal 13 setahun yang lalu, memiliki nama belakang Anderson. Nama yang sama dengan nama belakangmu, huh?”
Fiura melotot, menghentakkan badannya dan berusaha berteriak. Kali ini ia terlihat marah, kemudian air mata mulai menetes.

“Ayah dan anak yang malang. Bisa terjebak ke lubang yang sama dengan bodohnya. Uh-oh, aku lupa. Kau tidak ikut waktu itu. Yang diajak ayahmu adalah seorang wanita seksi yang umurnya kira-kira lebih muda dari ibumu …,” Lilitha berkata dengan nada menyindir.

“Enam ratus lima puluh tujuh, dan enam ratus lima puluh delapan. Sisa delapan orang lagi, penguasa kami bisa bangkit. Gerbang ini akan sepenuhnya terbuka tanpa harus menunggu hari Jumat tanggal 13 … dan kami, bisa menguasai dunia! Hahahaha! Perjuangan buyutku selama berabad-abad akan membuahkan hasil. Tidak sia-sia kami memutar otak untuk mempertahankan satu-satunya gerbang menuju dunia iblis ini. Hahahaha!”

Lilitha berjalan menuju Theo, menyentuh pipi dan menjilat daun telinga milik laki-laki itu. “Kau tahu, Theo sayang? Aku bisa mendengar semua yang kau pikirkan, bahkan ketika kau berpikir mesum tentangku saat SMA dulu. Tempat ini seperti gua, hah? Tebakanmu benar! Ini adalah gua, sekaligus pemandian air panas! Penginapan! Yang pada akhirnya menjadi sesuatu yang memuat emosi puncak dari manusia ...! Taman bermain! Ups, maksudku, Rumah Hantu. Hahahahahaha!”

“Bawa mereka ke altar.” Perintah Lilitha secara tegas dan dengan cepat dipatuhi oleh orang-orang berjubah tadi. Mereka berjalan, menuju lubang api hitam yang terbuka.

***

Rabu, tanggal 11, satu tahun setelahnya.

Freido sedang memainkan game di komputer saat handphonenya berdering. Terpaksa namun penasaran, ia harus menghentikan sejenak game yang dimainkannya.

“Ya, halo?” sahut Freido dengan nada malas dan sedikit kesal karena terganggu.

“Freido? Apakah ini kau?” sahut sebuah suara wanita di ujung sana. Freido mencoba menebak asal suara itu, namun gagal. Karena terasa hening sekian detik, lawan bicara Freido kembali bersuara.
“Ini aku, Lilitha. Teman SMP-mu!”

Freido mencoba mengingat dan menemukan sosok Lilitha diingatannya. Panjang lebar mereka bercerita tentang kehidupan masing-masing, hingga Lilitha bertanya, "Jadi, apakah kau ada acara, Jumat besok?"


SC : Creepypasta indonesia [Lucifer dan Indratno]

SUCCUBUS [ seducer of lust ]

Dalam legenda abad pertengahan di Barat, succubus (plural succubi) atau succuba (plural succubae) adalah sesosok setan berwujud wanita cantik yang merayu laki-laki (terutama pendeta) melalui mimpi untuk melakukan hubungan seksual.

Tradisi agama meyakini, bahwa hubungan seksual diulang dengan succubus dapat mengakibatkan memburuknya kesehatan atau bahkan kematian. Mereka akan mengambil energi dari laki-laki sebagai sarangnya untuk bertahan hidup, sehingga korban mereka kelelahan atau meninggal. Succubus dalam wujud pria disebut Incubus.

Dalam representasi fiksi modern, Succubus mungkin akan muncul dalam mimpi dan sering digambarkan sebagai penggoda yang sangat menarik (enchantress). Padahal di masa lalu, Succubus umumnya digambarkan sebagai sosok yang menakutkan dan jahat.

Di India, Succubus disebut sebagai penggoda "Mohini". Mitologi tentang Mohini, digambarkan sebagai pembunuh dari bhasma Asura. Succubus digambarkan sebagai seorang wanita yang terbungkus Saree Putih (kostum tradisional perempuan India), dengan mengikat rambutnya yang panjang.

Umumnya dikatakan dia menghantui pada jalan-jalan yang sepi. Dia meninggal akibat siksaan oleh laki-laki dan yang akhirnya dia pun menuntut balas dendam pada laki-laki manapun.

Dalam bidang kedokteran, ada beberapa keyakinan, bahwa cerita yang berkaitan dengan pertemuan dengan kemiripan beruang succubi, hampir mirip dengan fenomena kontemporer dari laporan orang tentang penculikan alien, yang mana hal ini dianggap berasal dari kondisi yang dikenal sebagai kelumpuhan tidur.

Oleh karena itu, catatan sejarah dari orang-orang yang pernah mengalami pertemuan dengan succubus lebih memungkinkan berasal dari gejala kelumpuhan tidur, dengan halusinasi dari makhluk yang berasal dari budaya kontemporer mereka.


Source : mythdunia.blogspot

CREEPYPASTA : Spooky Story

Malam itu, aku masih ingat saat itu. Aku sedang bersama dengan 2 sahabat baikku, kami duduk di meja yang sama dengan kopi hangat untuk mencairkan suasana.

Kami bercanda, bergurau sama seperti sebelum-sebelumnya, membicarakan tentang sepasang kekasih yang duduk di seberang meja kami, kemudian membicarakan sesuatu agar kami tidak canggung setelah jarangnya kami bertemu sejak kami sibuk dengan pekerjaan kami masing-masing.
Hingga salah satu dari sahabatku, Steve membuka obrolan tentang sesuatu yang dulu kami sukai, yaps sebuah cerita horror yang sering kami ceritakan untuk membuat ciut nyali kami, dan kau tahu, aku rasa malam minggu yang hujan ini sangat tepat bila kita membicarakan tentang cerita Hororr itu.

Steve memulai lebih dulu karena dia merasa dia lah yang pantas untuk membuka acara kesukaan kami, ku teguk Kopi hangat sembari menatap Steve yang mulai menatap kami bergantian,
“kau tahu.. ini terjadi 2 bulan yang lalu, saat tengah malam, ada seorang pria yang baru saja pulang bekerja, saat itu dia membuka pintu rumahnya, kemudian duduk menonton Kartun di ruang Tamunya. Ketika tiba-tiba, sesuatu yang meringkih terdengar di telinganya—“

Aku mulai menatap Steve dengan pucat.
“pria itu merasa ada yang salah. Jadi, dia memutuskan untuk memeriksa suara itu, semakin dia berjalan mendekati sumber suara itu semakin dia yakin, suara itu berasal dari kamarnya.
Dengan perasaan ngeri, pria itu mencoba mengintip apa yang ada dalam kamarnya, dan kau tahu apa yang dia temukan disana??” sahut Steve pelan.

Aku terdiam, dan masih seksama mendengarkan suara Steve yang terdengar berbisik. “ternyata, di dalam kamarnya—ada seorang wanita tua bergaun merah, kalian tahu siapa wanita itu. Ya,!! Wanita itu adalah Mertuanya.”

Aku terdiam dan menatap Steve dengan wajah kesal, “jadi—maksudmu, dia adalah mertuanya. What the hell men!! Itu bukan cerita seram!!”
Steve mengacungkan jarinya di mulut membuatku diam kemudian kembali melanjutkan ceritanya, “tapi Mertuanya sudah lama meninggal, terjatuh di Tangga tepat di depan Pria itu”

Kami tertawa berbarengan dengan wajah sedikit meringis, kemudian Jojo menepuk bahu kami, “hei. Kau tahu Steve.. itu Cerita yang seram, bertemu dengan mertua merupakan hal yang mengerikan.”
Kami terkekeh, dan kemudian Jojo bersiap memulai ceritanya,

“So , aku pernah mendengar ada desas desus gadis dalam Ranjang. Hei!! Hei!! Aku minta kalian jangan berpikir Porno. Ini di mulai ketika, aku baru saja pulang dari Luar kota, aku menginap di sebuah Hotel sebelum aku benar-benar kembali ke kotaku. Disana, aku bertemu dengan gadis kecil yang mengatakan kepadaku, “tuan ! tolong periksalah apa yang ada di bawah ranjangmu sebelum Tidur!!” aku pikir, gadis ini punya lelucon yang menarik.

Malam itu aku menghabiskan waktuku untuk mendengar siaran Radio sepak bola kesukaanku, setelah mendengarkanya berjam-jam, akhirnya aku memutuskan untuk tidur di ranjangku sebelum aku teringat, ada yang mengeram tepat di bawah ranjangku. Dengan perasaan tidak karuan, aku mulai memberanikan diri untuk melihatnya, ketika aku menunudukkan kepalaku, aku melihatnya…?”

“apa?? Kau melihat apa??” ucap Steve.

“aku melihat, seekor anjing yang sedang mengunyah Celana Dalam”

Aku terkekeh dan saling menepuk bahu. “dasar!! Kau masih saja sama seperti yang dulu, tidak pernah serius dengan ceritamu”
Jojo menatap kami bergantian kemudian mengatakan “aku belum selesai!! Tepat di belakang binatang itu, aku melihat gadis itu disana, menatapku dengan pucat, aku mulai merangkak mundur, aku pikir aku akan mati, gadis itu menatapku kemudian mengatakan “Tuan, bila kau suka mencuri celana dalam tolong, jangan kau curi celana dalamku”.

“hahahahaha!! Dasar Otak mesum” teriak steve dan seketika tawa pecah di antara kami, kini semua mata memandangku.

Aku memikirkan apa yang bisa ku ceritakan, kemudian aku teringat dengan salah satu cerita yang ku suka.
“ada seorang pria yang memacu mobilnya dengan kencang, pria itu teramat sangat marah terlebih ketika tahu, gadis yang dia sukai berselingkuh dengan seseorang kenalanya.
Beberapa rumor mengatakan, pria itu baru saja membunuh kekasih dan kenalanya itu, memutilasinya dan menyembunyikanya di dalam Bagasi mobilnya. Karena ketakutan, Pria itu berfikir untuk meninggalkan kota dan pergi sejauh mungkin,
Yang terbesit dalam pikiranya adalah, membuang jauh-jauh mobil itu ke jurang, namun naas, Rem mobil pria itu tidak berfungsi dengan baik, sebagai akibatnya. Pria itu tewas terjatuh dari jurang bersama mobil dan mayat-mayat itu.”

Aku menunduk sedih, dan menatap 2 sahabatku tampak pucat, sepertinya aku berhasil membuatnya takut, aku hanya tinggal memberikan Twist ending pada mereka, seperti apa yang mereka lakukan dengan cerita mereka.

“hahahaha!!” terdengar suara tawa yang pecah dari Jojo. Yang kemudian menepuk bahu Steve, “kau tahu Steve. Brian benar-benar hebat dalam membuat kita ketakutan.”
Steve hanya diam memandangku dengan wajahnya yang pucat, “apa yang terjadi kepadamu Steve, kenapa kau tampak pucat.. apakah kau baik-baik saja teman?” Tanya Jojo.
Steve menatap Jojo dengan mimic pucatnya, terdengar suaranya gemetar “Jojo. Kenapa aku baru ingat, bukankah minggu lalu, kita sudah pernah bertemu sebelumnya?? Ya, kita bertiga, di pemakaman. Kau tidak ingat??”

Jojo mencoba mengingat-ingat sesuatu, “kau benar!!” Jojo tampak mulai pucat dan menatapku.

“Hei, kawan. Bukankah minggu lalu kita sudah pernah berkumpul, sebelum malam ini tentunya!! Di pemakaman.” Sahut Jojo, “dan saat itu, kau terbaring di peti mati karena sebuah kecelakaan mobilmu yang terjatuh di jurang?”

“kau benar” sahutku. “Cerita yang ku ceritakan pada kalian, sebenarnya adalah Kisah Nyata”

sc : Spookypasta_UK

The Hello kity Murder Case

Apa yang kamu rasakan bila mendapatkan sebuah boneka kucing lucu brand ternama bernamakan “Hello Kitty” dari orang yang kamu sayangi?

aku rasa kalian akan mengatakan “itu luar biasa” namun bagaimana bila kau tahu, Boneka Hello Kitty mu berisikan daging manusia yang di mutilasi? Masih terlihat senang kah?

pada tahun 1999, Hongkong di buat geger dengan sebuah kasus pembunuhan berantai paling mengerikan sepanjang sejarah. Bagaimana tidak? Pembunuhan ini di lakukan dengan professional dan terorganisir, pasalnya pembunuhan ini tidak pernah tercium sampai pada sebuah perusahaan Lokal penyedia jasa pengiriman di kejutkan oleh Boneka yang dia kirim di sisipi organ tubuh manusia yang di potong dan di bentuk dengan menyerupai bentuk Boneka Hello Kitty.

Sontak, ini menjadi deadline di beberapa media local.

Mereka menyebutnya dengan “The Hello Kitty Murder Case”.

Seperti yang di beritakan oleh media lokal, penemuan awal di publikasikan oleh seorang saksi yang menjadi kurir untuk mengirim sejumblah boneka ke beberapa wilayah di hongkong, namun kurir merasakan ke anehan saat mengangkat boneka itu, seharusnya boneka berbahan busa tidak lembek saat dia menggendongnya menuju pelanggan, namun yang terjadi, boneka ini tampak lembek menyerupai daging lembut. Melihat itu, sang kurir segera memeriksa isi dari boneka itu, dan dia menemukan hal mengerikan itu.
Yang sebenarnya terjadi adalah, penemu pertama dari kasus ini adalah seorang gadis di utara Hongkong. Gadis yang di rahasiakan namanya itu awalnya mendapatkan boneka itu dari ayahnya, dia memberikan nama “Hang” sebagai pengingat atas kebaikan ayahnya.

Ayahnya tidak tahu bila putri kecilnya selalu melampiaskan kekesalanya pada boneka pemberianya saat dia mengalami gangguan hitropikal, (gangguan jiwa) dan memotong tubuh bonekanya, pembantunya yang tahu saat itu di buat mengangah saat sang putri bertanya “ aku tidak tahu bila isi dari boneka ternyata sama seperti kita, bukan busa lagi”

Pebantunya yang tahu hal itu segera melaporkan kejadian mengerikan ini ke polisi.

Bagaimana pembunuhan ini di lakukan.

Sejumblah pengamat kasus Kriminal menjelaskan kronologi pembunahan berantai ini, awalnya pembunuh akan memberikan suntikan silicon pada pembuluh darah korban yang membuat pembekuan darah pada organ Vital tubuh manusia, dengan melakukan itu, sang pembunuh bebas memotong tubuh korban tanpa mengeluarkan setetes darah pun.

Yang menarik dari kasus ini adalah, pembunuh sengaja memberikan sentuhan khusus pada boneka itu, pada setiap boneka yang di temukan, terdapat angka yang menunjukkan system pertanggalan dari kematian sang korban dan jenis tubuh apa yang ada pada boneka itu.

Sampai sekarang, Polisi tidak bisa menguak siapa dalang dari aksi keji yang mengegerkan Hongkong saat itu.
Hingga sekarang, Boneka Hello Kitty di hongkong di sebut sebagai Boneka titisan Iblis!!

jadi, kau mau Boneka Hello Kitty milikku?

You're not alone

Ini adalah pengalaman yang mungkin bukan hanya aku yang merasakanya.
Apakah kalian masih tinggal bersama kedua orang tua kalian, bila benar, maka aku yakin kalian tidak akan bersama dengan orang tua kalian selamanya kan?

maksudku, saat malam hari, tentu kalian tidur di dalam kamar kalian sendiri bukan? Kecuali kalian anak manja yang masih berharap dekapan dari ibu kalian saat ada suara yang menganggu kalian.

Aku menemukan fakta yang menarik tentang Kamar anak-anak.
Anak-anak di sini, di definisikan bukan seperti anak kecil, melainkan siapapun dan berapa usia kalian sekalipun yang terpenting. Kau tinggal dalam kamarmu sendirian.

Jum’at lalu, aku membaca sebuah Artikel di dunia maya yang sangat menarik, sampai aku tahu bila seharusnya aku tidak membacanya. Jadi, bila kalian tergolong anak pengecut, aku sarankan kalian tidak melanjutkan untuk membaca cerita ini, karena apa yang aku tulis sebagian besar adalah fakta nyata, dan aku yakin ada beberapa dari kalian yang pernah merasakanya, namun bila kalian anak yang pemberani, aku sarankan kalian tetap harus waspada, karena yang akan aku tulis mungkin saja tidak suka dengan keingintahuan kalian tentang dunia miliknya.

Artikel yang ku temukan berjudul “kau tidak sendirian”. Terdengar lucu, namun bila kalian lihat dari aspek terpisah kalimat itu, apa yang kalian dapat dari tulisan sederhana itu.
Yaps, itu adalah peringatan, bahwa kita tidak sendirian, dimanapun kita berada, selalu saja ada yang mengamati kita.

Sekarang kita kembali ke kamar kita yang nyaman, sendirian. Bermain laptop, menonton Tv, membaca buku atau sekedar menghubungi pacar atau sahabat-sahabat kita. Menyenangkan bukan?
Kau yakin kau sendirian disana?

aku tidak memaksamu untuk menjawabnya. Karena bila kalian benar-benar ingin tahu, aku sarankan kau matikan lampumu dan ucapkan “aku tahu kau ada disini…?”
Bila kau beruntung, alam bawah sadarmu akan segera bereaksi memberikan gambaran sosok menyeringai atau senyum tipis dingin dalam benakmu. Tidak usah kau bayangkan seperti apa dia, cukup beradaptasi saja dengan keadaan itu.

Apakah dia menganggu?

tidak! Dia tidak akan menganggumu, asal kau tahu bagaimana kau bersikap, pasalnya, dia adalah makhluk yang tidak suka menampakkan dirinya di depanmu, ada alasan kenapa dia tidak menampakkan wajahnya di depanmu, namun beberapa dari mereka akan menunjukkan sifat isengnya bila dia mulai terganggu denganmu.

Apa kau takut?

bila kau manusia normal. Kau tidak salah memiliki ketakutan dengan makhluk seperti itu, namun jangan pernah tunjukkan kau takut kepadanya. Karena bila kau takut, kau tidak mau, saat kau tertidur lelap tiba-tiba sesuatu menarik selimutmu. Atau, ada suara tawa kecil di belakangmu, ya. Dia selalu ada di belakangmu, karena di sana adalah tempat yang tepat agar kau tidak melihatnya secara langsung.

Siapa mereka?
aku tidak bisa memberi tahu kalian siapa mereka, namun, mereka seharusnya memiliki alasan kenapa mereka ada disana.

Apakah berbahaya?
beberapa orang mengatakan itu berbahaya, bila kau sudah merasakan aksi supranatural yang mulai mengarah pada fisik kalian, aku sarankan agar kau pergi atau pindah ke kamar yang lain, atau, aku tidak mau melanjutkan ini lebih jauh lagi.

Inti dari semua ini adalah, kalian tidak pernah sendirian di dalam kamar kalian.
Karena kalian sebenarnya memiliki Teman.



SC : Creepypasta_Based on True Storry

CREEPYPASTA : Mickey Cry

Mickey Mouse adalah salah satu Tokoh Sentral terkenal milik Disney.
Tikus Ramah yang sudah menjadi icon bagi Disney untuk menyebar luaskan budaya Amerika ke seluruh penjuru Dunia ini benar-benar Fenomenal, dalam waktu sekejap, semua orang mengeluh-eluhkan betapa jenius Disney menciptakan icon yang menyenangkan.
Di Inggris, setiap Senin malam, Disney selalu hadir untuk menemani pemirsanya melalui acara Cartoon bernama “Mickey Smile” yang menampilkan Mickey dan beberapa keluarga Disney dengan lawakan serta animasi yang di anggap cukup maju pada jamanya saat itu.

Namun, pada Desember tahun 1978. Untuk memperingati hari ulang tahun Mickey yang ke 50, Disney memutar Film berdurasi 2 jam tentang perjalanan Mickey si Tikus yang selama ini menemani penggemarnya, di Welice Palace. Birmingham. Dengan 100 Orang yang di undang secara khusus oleh Pihak Disney untuk menyaksikan Film yang di dedikasikan untuk penggemar.

Beberapa jam setelah pemutaran Film berlangsung, pihak kepolisian menemukan gejala yang aneh, saat 100 Orang audiens yang di undang menjadi aneh, ketika keluar dari gedung pemutaran Film.
Beberapa saksi mengaku sangat ketakutan dengan tampilan Ekspresi dari 100 Audiens pilihan itu.

Bahkan seorang yang tidak ingin di sebutkan namanya, sejak artikel ini di turunkan bercerita, tentang Film yang dia lihat sangat mengerikan.

“Saya tidak pernah berharap untuk menonton Film seperti itu, itu benar-benar sangat menganggu saya, terutama setiap adegan yang di tampilkan serasa sangat nyata. Siapa yang sangka, bila Mickey memiliki sisi yang buruk bahkan saya mengutuk Mickey untuk alasan yang jelas.”

Pihak Disney berdalih, bahwa tidak ada kejanggalan dalam pesta pemutaran Film Mickey, bahkan mereka mengatakan bahwa, setiap adegan sama seperti apa yang biasa dia lihat dari Mickey, Pihak Disney juga mengecam bahwa, Disney sebenarnya telah melakukan pencucian otak dengan Film berdurasi 2 jam itu sebagai aksi penelitian pada psikis manusia.

Beberapa Sumber dan saksi, mengatakan tidak ingin menceritakan perihal pemutaran Film itu, karena menyimpan Trauma yang mengerikan dalam benak otak mereka.
Kepolisian setempat juga menerima respon negative saat meminta kaset pemutaran itu dengan alasan Disney tidak ingin menyebar luaskan karya mereka, pasalnya, episode ini akan menjadi Episode khusus saat Mickey berusia 1000 tahun nanti.
“ini akan menjadi Legenda bagi Mickey saat usianya mencapai 1000 tahun, dan sebagai pengingat bahwa Mickey akan selalu hidup”

Salah satu orang dalam Disney, yang tidak ingin di sebutkan namanya, menjelaskan isi dalam Episode itu yang memang di peruntukkan bagi penggemar Mickey.
Dia menjelaskan sebenarnya dalam Kaset rahasia ini, memiliki 2 versi.
Namun dia akan menjelaskan isi Versi dari Episode “Mickey Cry’ing”

Adegan di buka dengan Mickey yang terbangun dari ranjangnya seperti biasa, saat anjingnya Pluto mengusap pipinya dengan lidah panjangnya, kemudian Mickey dan Pluto bermain di atas ranjang sebelum mendengar suara Telephone yang bordering, yang awalnya Mickey pikir itu dari Minnie kekasihnya.

Tidak di jelaskan secara jelas, apa yang di dengar Mickey, namun dari sorot matanya, penonton yang melihatnya dapat berasumsi bahwa Mickey mendengar kabar yang buruk.

Adegan berikutnya di mulai dari saat Donal si bebek datang bersama kekasihnya Desy, mereka bertemu Minnie yang mengaku cemas, karena Mickey tidak menghubunginya seharian penuh.
Mereka sepakat untuk datang ke rumah Mickey.

Di perjalanan mereka bertemu dengan Gufi yang tampak sedang membereskan sesuatu di tepian jalan, jadi mereka mengajaknya bersama –sama.
Saat mereka sampai, mereka mendapati pintu yang tidak di kunci dengan kondisi lampu yang di matikan.
Mereka melangkah masuk dan sama seperti adegan kartun pada umumnya, pintu tiba-tiba tertutup.
Donal dengan tingkah konyolnya tiba –tiba merasa sembelit dan berlari ke kamar mandi, sedangkan Gufi berjalan menuju loteng, karena dia mencium sesuatu.
Sedangkan Desi dan Minnie berjalan menuju ruang tengah saat, dia melihat Mickey duduk disana melihat Tv dengan suara tangisan yang sesenggukan.

Donal kembali dan melihat pemandangan mengerikan, terutama saat menyaksikan kepala Minnie yang mengelinding di kakinya, bersamaan dengan wajah Mickey yang menangis saat mencekik Desy hingga tewas.
Gufi kembali dengan nafas terengah-engah saat tahu, di loteng dia menemukan Pluto yang di kuliti dan di gantung di belkon atas.
Pada adegan ini, Gufi membawa tubuh Pluto yang sudah di kuliti dan menceritakan pada Donal sebelum dia tahu, ada Mickey disana dengan tangisan di matanya.
Adegan berakhir dengan Mickey membunuh Donald an Gufi kemudian menembak kepalanya sendiri.”
Saat di minta konfirmasi kenapa Disney menciptakan episode itu.

Dia menjelaskan, bahwa, pada usia Mickey yang ke 1000, akan menjadi akhir dari cerita ini. Karena seperti yang di jelaskan, bahwa Disney ingin menjelaskan bahwa, setiap tokoh yang di lahirkan akan mengalami kematian meski dengan cara apapun.

Namun, beberapa orang mengaku. Itu hanya tipuan belaka yang sengaja di buat dan di sebarkan
Disney untuk tetap membuat Mickey terkenal seperti sekarang.

Tidak ada yang tahu kebenaranya. Mungkin Disney benar-benar akan memutarnya ketika usia Mickey yang ke 1000. Mungkin saja? Siapa tahu itu benar.. kita tunggu saja.



SC : Mickey_Sad Finds Ou

CREEPYPASTA : Devil666

Ada seorang bocah yang sedang membaca cerita –cerita Horor di sebuah website terkenal tentang hantu dan urban lagend terkenal, tergelitik untuk berkomentar, kemudian bocah itu membuat sebuah akun untuk sekedar memberikan respon pada sebuah postingan.

Bocah itu sengaja menggunakan akun dengan nama Devil666, namun, sesuatu terjadi, ketika banyak akun anonymous yang memberikanya respon dengan mengatakan “selamat datang pangeran kegelapanku” dan “kami selalu disini, berlindung dalam cengkraman neraka kita”.

Merasa ketakutan, kemudian bocah itu me-log out akun miliknya. Dengan perasaan campur aduk, dia mencoba melupakan semua itu dan mengatakan, itu hanya orang iseng yang mencoba menakut-nakutinya. Sama seperti dia yang hanya ingin membuat lelucon saja menggunakan nama itu.

Suatu hari, dia melihat sesuatu yang mengerikan, tepat di depan pintu rumahnya, dia menemukan bangkai kucing yang di gorok lehernya dengan darah tercecer di hadapanya.
Bocah itu mulai merasa paranoit, bagaimanapun ini lebih dari kebetulan bila dia menghubungkanya dengan semuanya.

Suatu malam, dia semakin terpuruk, dalam mimpinya dia selalu mendengar suara orang-orang yang menyerukan namanya, seperti layaknya sebuah perkumpulan yang mengerikan, dimana para gadis di gorok lehernya dan di persembahkan untuknya.

**

dengan gemetar, dia membuka akun itu kembali guna memastikan semuanya dalam keadaan baik-baik saja, saat dia melihat ribuan pesan masuk dan dia mulai melihat satu persatu pesan itu.
Mereka umumnya, mengatakan satu hal yang sama, “Puji untuk sang pembawa kegelapan”
Tertekan dengan semua itu, Bocah itu kemudian memilih untuk menggantung dirinya di dalam kamar miliknya.

Setelah beberapa jam kemudian, akun miliknya masih mendapatkan banyak pesan masuk, namun dengan isi yang berbeda, mereka menuliskan hal yang sama tentang “jangan membuat joke yang tidak lucu!!”
“Aprill Mop!!” . “lain kali—aku harap kau lebih bijak dalam memilih nama akun, teman kecil!!”
Namun, hingga hari ini. Akun Devil666 masih terlihat aktif meskipun sang pemilik sudah tewas gantung diri. Dan kini, Akun Devil666 telah menjadi Urban Legend yang cukup terkenal hingga kini.
Aku sarankan pada kalian, jangan pernah sesekali membuat keisengan dengan nama akun yang buruk,
Bila kalian bertanya darimana aku mendengar tentang cerita ini ya, aku mendapatkanya dari akun Devil666.
kalian tidak mau Devil666 benar-benar muncul dan menceritakan kisahnya bukan?


SC : Scarry_For Kids

CREEPYPASTA : Mind F**k Klose

Sama seperti sebelum-sebelumnya, aku selalu saja pulang pada larut malam.
Siapa yang bilang bekerja di perusahaan besar itu menyenangkan? Kecuali kau memiliki telinga setebal tembok China, atau tubuh yang lebih kuat dari baja yang bahkan di buat oleh Superman.
Itu hanya bualanku saja, ketika aku marah.

Ku buka pintuku, dan menyalakan lampu rumahku yang gelap, kemudian berjalan menuju kamar mandi.
Aku mulai membuka bajuku dan melesat masuk ke dalam tempat untuk membersihkan tubuhku.
Ku basuh tubuhku dengan air yang keluar dari shower, dan membilas rambutku, saat aku mendengar suara terengah-engah yang membuatku begidik ngeri, banyak orang bilang, kamar mandi adalah tempat misterius, karena kau tidak pernah tahu apa yang ada di sana sebenarnya.
Ku hentikan aktifitasku sejenak, dan melirik apa yang ada disana, namun, suara itu menghilang! Dan aku tidak menemukan apapun disini, hanya pikiranku saja mungkin.

Sebelum, aku menyadari sesuatu.

Tepat di cermin yang tertempel di tembok itu, aku melihat sepasang mata yang mengawasiku, tersenyum menyeringai dengan rambut panjang dari dalam kloset milikku.
Matanya merah dengan kulit pucat akibat terendam oleh air.

Aku terdiam beberapa saat, berharap semua ini segera berakhir. Ku ambil handuk dan segera melesat pergi meninggalkan tempat itu, seharusnya aku tahu, ada makhluk itu dalam klosetku.

Seharusnya, dulu aku tidak menguburkan istriku dalam Kloset!!

sc : Reddit_Funny Scary

LUKA

Fajar yang harum kematian. Masih berbau kedukaan. Sehari yang lalu segala masih cemerlang, masih beraroma kehidupan. Namun sejak kemudian, segalanya berbalik pelik; mayat-mayat berserakan seperti grigit di musim penghujan. Tumpang-tindih bagai tak punya arti. Aku pikir seluruh orang yang datang kemari tak perlu lagi dicekoki bermacam dalih lain untuk berontak. Bahwa manusia berhak merdeka, menentukan arahnya sendiri. Mereka berada di sini sebab satu alasan; mengecam penindasan. Mengutuk sebuah pengekangan. Setiap satu maknanya.

Seorang kawanku ambruk lagi ke tanah. Jantungnya tertembus peluru timah hingga berlubang sampai belakang. Ia keburu kandas sebelum sempat melihat akhir dari sebuah kisah. Perang laknat ini memisahkan raga dengan jiwa, suami dengan istri, kakanda dengan dinda, sahabat dan kawan.

"Kebebasan itu mahal harganya. Saya sungguh tak sanggup membayar. Izinkan saya mencari jalan kembali. Saya belum siap bertemu Illahi."

"Pulanglah lekas. Nikmati sisa hidupmu dengan makanan bekas para penindas."

"Biarkan aku pulang. Badanku tiba-tiba terasa sakit meriang."

"Tentu, cepat pergi ke tabib, sekalian tanya apa dia punya obat untuk pejuang yang meninggalkan seorang karib."

"Aku mempertanyakan kewarasan. Sebandingkah nyawa dengan kehormatan? Dengan harga diri yang kau bela mati-matian? Atau semua yang kaukorbankan?"

"Tanya saja pada kompeni-kompeni bangsat itu. Mereka tak akan bisa mendengar barang sejeda. Peluru-peluru itu berdesing terlalu bising. Mereka masih terlalu sibuk menembaki. Menginjak-injak batok kepala pribumi."

"Kita tak punya kesempatan menang. Mereka ada di atas angin."

"Mereka tak akan sembunyi di balik beton-beton bangunan benteng jika bukan pengecut. Mereka takut kalah. Mereka ngeri dengan mati."

Aku tak akan bilang yang sebenarnya dalam keadaan begini. Perang kerapkali berat sebelah. Harapan nyatanya masih mampu memberi sedikit keyakinan dan kekuatan meski hanya sekadar kebohongan. Tak masalah jika aku dilecuti sampai mati, atau dimasukkan sekandang dengan harimau ganas bergigi belati. Tak mengapa jika seumur hidup akan kuhabiskan dalam Fort Rotterdam yang membusuk. Yang jadi perkara adalah ketika tanah ini kehilangan jati diri. Jawa mesti dilindungi. Penindas tak boleh dibiarkan lepas.

sc : kavin mentimon

URBAN LEGEND : Evalator To Other Dimension [ GAME ]


Pernahkah kalian mendengar sebuah permainan untuk masuk ke dunia lain? Kira kira seperti ini permainannya..

Permainan ini hanya bisa dimainkan di gedung berlantai 10 atau lebih


1. Pastikan kamu sendirian dalam permainan ini, kemudian masuk ke dalam lift.

2. Tetaplah di dalam lift, tekan tombol lantai 4. Setelah sampai di lantai 4, kamu jangan keluar. Tetap di dalam lift dan tekan lantai dua. Ulangi langkah tersebut untuk pergi ke lantai 6, 2, dan 10. (jadi urutannya 4-2-6-2-10)

3. Saat kamu akan menuju lantai 10, tekan lantai 5.

4. Akan ada seorang wanita masuk ke lift di lantai 5. Nah, setelah itu, tekan tombol 1, lift ini otomatis akan langsung naik ke lantai 10.

5. Jangan tekan tombol apapun lagi, dan ini adalah kesempatan terakhirmu. Jika sudah melewati lantai 9, kamu tidak akan bisa menyesalinya lagi


Satu-satunya cara mengetahui apakah kamu sukses atau tidak, jika kamu sukses dalam permainan ini, kamu tidak akan menemukan satu orang pun disana. Kamu akan sendirian dalam kegelapan..

Oh iya, ketika ada wanita masuk kedalam lift tadi.. Jangan pernah ajak dia bicara, karena yang masuk ke dalam lift bukanlah manusia...


CREEPY PASTA : MAD SANTA

"ibuuuuuuuuuuuu, santa datang..! ibu santa dataaannggg!! liat ibu.. santa datang, dia akan mengabulkan keinginan satu anak malam ini, semoga saja aku, aku ingin psp baru..!!'' kata itulah yang selalu diulang oleh adikku, 'steve'. dia adik yang sangat menyebalkan menurutku, ingin sekali aku membunuhnya lalu memutilasi dia dan membagikan dagingnya kepada tetangga, tapi ... yahhh dia hanya anak kecil.
*
ibuku terlalu pengertian terhadap steve, dia tidak pernah marah dan hanya menganggap itu hanya imajjinasi saja..
sedangkan aku? haha, panggil saja aku fox, aku orang yang tak perduli dengan lingkunganku.. aku tidak suka khayalan dan imajinasi, itu hanya omong kosong nan bullshit!
tetapi adikku? dia selalu saja setiap malam meneriakkan kata ''santa datang.. santa datang" itu benar benar membuatku gila!!
*
*
sampai suatu hari, aku sudah tidak tahan lagi karena dia terus berteriak santa santa... dan santa!! di tengah malam...
tapi aku merasa ada yang berbeda dari teriakan adikku ini, dia berteriak ''santa.... tidak... jangan...''
astaga... apa yang dilakukan steve tengah malam begini!.. apa dia bermimpi?
aku pun mengumpulkan keberanian untuk keluar dari tempat tidur dan memeriksa kamar steve...
saat aku berdiri didepan pintu kamarnya, kuketok perlahan... tok tok, steve.. kau disitu?
tak ada jawaban, kuketok lebih keras lagi.. tetap tidak ada jawaban..
akhirnya kuputuskan untuk membuka pintu kamarnya..''ahh, ternyata tidak terkunci, sialan!''
aku memasuki kamar steve, tak ada apapun, dia tak ada disana.. aku mencari cari sekeliling rumahku, tapi tidak ada..
sampai akhirnya.. sebuah bungkusan terlihat didepan rumahku... aneh, bukankah tidak ada orang islam di sekitar sini? mengapa mereka mengirimkan daging ini..? ahsudahlah aku tidak perduli,
sebelum aku masuk ke rumah, aku melihat sekelebat bayangan melintas. merah,,,,, ya..! merah.. bajunya merah.. apakah dia santa?
ahsudahlah, bukan urusanku. lebih baik kumasak daging ini, karena aku lapar... , adikku steve masih belum terlihat..

''hmm, bisa saja santa membunuhnya, mungkin santa mengabulkan keinginanku''.... tunggu dulu! aku teringat sesuatu..
-angger-

CREEPYPASTA : Satu Penny

Satu Penny adalah cerita seram untuk anak-anak tentang orang kaya yang menolak untuk menyisihkan uangnya untuk amal.

Hari itu di tengah musim dingin. Angin bertiup sangat dingin dan trotoar ditutupi salju.
Seorang pria baru saja selesai bekerja dan meninggalkan kantornya. Saat ia berjalan keluar dari pintu kantornya, ia melihat seorang anak laki-laki sedang duduk di sisi jalan.
Ia mengenakan celana pendek yang warnanya pudar, kemeja compang-camping dan menggigil kedinginan.

"Hai tuan, tolong berikan aku satu penny!" teriak anak itu.

"Tinggalkan aku sendiri!" teriak pria itu, sambil cepat-cepat dia masuk ke mobilnya dan pergi.

Pria itu telah mengukir karir yang sukses untuk dirinya dalam industri keuangan. Dia mempunyai uang yang sangat banyak di bank dan mempunyai rumah yang besar.
Meskipun begitu, dia tidak pernah memberikan uang sama sekali satu sen pun kepada orang miskin. Ketika orang-orang menyanyakan padanya mengapa dia tidak melakukan amal, dia hanya menjawab bahwa dia bekerja selama ini bukan untuk memberikan uangnya untuk orang malas.
Malam itu, ketika dia pulang kerja, pria itu masuk ke jalan di depan rumahnya dan terkejut melihat anak laki-laki tadi berdiri di pintu depan rumahnya.

"Hai tuan, tolong berikan aku satu penny!" kata anak itu.

Tanpa pikir panjang pria itu dengan kasar mendorong anak itu ke samping, dan langsung masuk ke rumahnya. Lalu ia duduk di ruang tamu dan menyalakan televisi.
Istrinya masuk membawa nampan dan menempatkan makan malamnya di depannya. Saat ia makan, ia kebetulan melihat keluar jendela dan melihat anak laki-laki tadi berdiri di sana, mendekap dirinya dan mencoba untuk tetap hangat dalam cuaca dingin.
Pria itu menjadi jengkel, lalu bangkit dan menutup tirai.
Keesokan paginya, ketika ia berangkat bekerja, anak laki-laki itu masih disana.

"Hai tuan, tolong berikan aku satu penny!" kata anak itu.

Ia kesal dan mengabaikannya dan masuk ke mobilnya. Rodanya berputar di salju, dan menghujani anak itu dengan es, sambil melaju pergi.
Sore itu, ketika ia kembali, anak itu sudah menunggunya. Pria itu sudah muak dan merogoh dalam-dalam di sakunya. Ia mengeluarkan recehan dan melemparkannya dengan marah pada anak itu.

"Ambil recehan sialan itu!" teriaknya. "Sekarang pergi dari pandanganku"

Anak itu mengambil uangnya dan pergi tanpa mengatakan apapun.

Setelah bekerja, pria itu berjalan keluar dari kantornya, berharap untuk melihat anak itu, tetapi tidak ada. Dia lalu pulang, dan berharap bertemu anak itu menunggunya di rumah, tetapi tidak ada juga.
Dia berjalan masuk ke rumahnya, mencium istrinya, memakan makan malamnya dan menonton acara di televisi. Tampaknya anak itu sudah meninggalkan dia sendirian.

Di tengah malam, pria itu berbaring di tempat tidurnya dengan istrinya ketika ia merasakan ada tangan kecil yang dingin menyentuh bahunya. Dia mendengar suara berbisik di telinganya, "Hai tuan, tolong berikan aku satu penny!"

Pria itu menjerit ketakutan dan lompat dari tempat tidurnya, namun ketika ia menyalakan lampu kamarnya tidak ada orang lain dikamar.
Istrinya menenangkannya dan mengatakan kalau dia pasti telah bermimpi. Ia berbaring kembali, tetapi menghabiskan malam dengam cemas dan tidak bisa tidur.

Dia mulai mengingat-ingat suatu kejadian yang telah terjadi beberapa tahun yang lalu. Ketika ia masih kecil, ia dan teman-teman gengnya menjadi yang paling ditakuti di sekolah. Semua anak-anak takut pada mereka.
Ada seorang anak kecil yang ia bully setiap hari. Orang tua anak itu sangat miskin dan tidak mampu membelikannya baju baru. Ia ingat bagaimana ia sering mengejek anak miskin itu. Kadang-kadang ia memukulinya dan mencuri uang sakunya.

Ingatan pria itu masih kabur. Mendekati pagi, dia memanjat ke loteng dan mengeluarkan buku tahunan sekolahnya. Membuka lembaran demi lembaran halaman ia menemukan foto anak yang ia bully tanpa ampun.
Buku tahunan itu jatuh dari tangannya. Itu adalah anak yang sama dengan anak yang kemarin.

Secara bertahap ingatannya mulai jelas. Ia mengingat hari saat ia dan tiga temannya menyeret anak miskin itu ke sungai. Setelah memukulinya, ia melempar anak miskin itu ke dalam air sungai yang setengah membeku dan pergi tanpa berpikir panjang.
Hari berikutnya, anak miskin itu tidak masuk kelas. Dia dan teman-temannya mengira orang tua anak itu memindahkannya ke sekolah lain.

Pria itu setiap malam tidak bisa tidur. Saat makan pagi, ia tidak makan apapun. Ia benar-benar kehilangan nafsu makannya. Denga perlahan ia membuka pintu depannya dan melihat anak itu di luar menunggunya. Pria itu hampir tidak bisa bernafas.
Seolah-olah mata anak itu menusuk tajam ke jiwanya. Ia jatuh berlutut dan memohon agar anak itu mengampuninya.

"Apa yang kau ingingkan dariku?" dia menangis. "Itu sudah bertahun-tahun yang lalu...Saat kita masih kecil...Bukan cuma aku yang terlibat...Itu bukan salahku"

Anak itu hanya berdiri dan menatapnya. Orang itu mengambil segulung uang dari sakunya dan menyodorkannya ke anak itu.

"Ini, ambilah", katanya. "Itu adalah semua uang yang aku punya di dompetku."

Anak itu mengambil uang dari tangan pria itu yang bergetar dan menghilang tanpa mengatakan apapun.

Sore itu, pria itu pulang ke rumah dan memakan makan malamnya. Napsu makannya kembali dan merasa lebih baik. Kesadarannya sudah membaik. Saat malam, dia bangun dan merasa haus dan dia pergi melewati tangga untuk mengambil minum.
Lalu ia berhenti di depan pintu dapur. Di bawah sinar bulan ia bisa melihat sosok kecil bersembunyi di kegelapan.

Ada suara berbisik, "Berikan aku satu penny."

Pria itu ketakutan dan berlari keluar rumahnya dan masuk ke mobilnya. Ia pergi ke bank terdekat dan menunggu sampai buka. Lalu, ia mengambil semua uang yang ia punya. Ia menjual rumahnya dengan semua perabotannya.
Ia menjual mobilnya, televisinya dan bahkan perhiasan istrinya. Ia memasukan semua uangnya ke dalam sebuah tas. Bahkan penny.

Hari itu, saat dia berjalan, anak itu melangkah keluar dari gang dan berdiri di depannya.

"Hai tuan, tolong berikan aku satu penny!" kata anak itu.

Denga lelah pria itu meletakkan tas uangnya di kaki anak itu.

"Ini adalah semua uangku yang aku punya," kata pria itu. "Ambilah dan biarkan aku sendiri."

Anak itu mengambil tasnya dan menghilang tanpa mengatakan apapun.

Malam berikutnya, pria itu terbaring di pinggir jalan, berjuang untuk tetap hangat. Ia mengenakan sepasang celana tua dan kemeja compang-camping. Melihat disekelilingnya, ia mengambil sebuah selimut kotor, dan berusaha mati-matian untuk tertidur.

Tiba-tiba, ia mendengar langkah kaki lembut keluar dari kegelapan. Ia keluar dan berhenti di samping pria itu. Perlahan pria itu melihat ke atas. Ia melihat anak itu berdiri di sebelahnya.

"Apa yang kau inginkan?" teriak pria itu. "Aku sudah memberikan semuanya! Semuanya! Sudah tidak ada yang tersisa untuk aku berikan! Itu semua yang sudah aku berikan!"

Hantu anak kecil itu tersenyum dan berkata. " Tidak, tuan, belum semua!"

Ia mengulurkan tangannya, merobek dada pria itu dan mengambil jantung pria itu.

SC : scaryforkids

CREEPYPASTA : Sleep Tight

Ada seorang anak yang sangat biasa yang menjalani kehidupan yang sangat biasa. Dia menghabiskan hari-harinya pergi ke sekolah, mengerjakan pekerjaan rumahnya, bermain dengan teman-temannya, membaca buku, menonton TV dan tidur.
Ayahnya adalah seorang dokter dan ibunya adalah seorang pustakawan.

Setiap malam, ketika ia pergi ke tempat tidur, ibu dan ayahnya akan datang untuk memakaikannya selimut dan ciuman selamat malam.

Mereka akan mematikan lampu dan saat mereka berjalan keluar pintu,

ayahnya selalu berkata, "Selamat malam, tidur yang nyenyak!" Ibunya akan berkata, "Jangan biarkan bedbugs menggigit."

Suatu pagi, ketika anak biasa ini berbaring di tempat tidurnya, sesuatu yang dia tidak mengerti terjadi. Dia baru saja terbangun ketika ia tiba-tiba punya perasaan aneh bahwa seseorang sedang berbaring di sampingnya.
Ketika anak itu membuka matanya, ia terkejut melihat seorang pria tua terbaring di tempat tidur di sampingnya, memegang anak itu dalam pelukannya.

Saat ketakutan, anak itu menggunakan seluruh kekuatannya untuk mendorong tamu tak diundang dari tempat tidur.

Bertanya-tanya apakah ia telah bermimpi, anak itu mengintip di tepi tempat tidur. Pria itu ada di sana, berbaring telentang di lantai. Dia menyadari bahwa orang itu sudah mati.

Ada bau mengerikan yang datang dari mayat itu dan ada belatung merangkak di atasnya.

Anak itu menjerit dan kemudian berlari ke kamar tidur orang tuanya dan membangunkan mereka. Matanya berkaca-kaca, dia mengatakan kepada mereka bahwa ia baru saja terbangun dalam pelukan mayat.

Pada awalnya orang tuanya tidak percaya, tapi anak itu berlari keluar dan menyeret mayat itu kembali ke kamar mereka. Orang tuanya terkejut oleh pemandangan mayat tergeletak di lantai kamar tidur.

Ayahnya bangun, berpakaian dan membawa mayat itu ke forensik. Selama seharian, anak itu mencoba untuk mencari tahu bagaimana mayat itu berakhir di tempat tidurnya. Tidak ada yang bisa menjelaskan bagaimana ini terjadi. Apakah ini semacam lelucon gila?

Ia bertanya-tanya. Apakah seseorang bermain trik pada dirinya atau ada penjelasan yang lebih menakutkan. Apakah ada kekuatan gelap dan supranatural? Cobalah seperti yang mungkin, anak itu sebisa mungkin menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan ini.

Malam itu, saat ia berbaring di tempat tidur, orang tuanya memakaikannya selimut dan mencoba menenangkannya.

Ayahnya berkata, "Selamat malam, Ayah harap kamu tidur sangat lelap" dan Ibu berkata, "Cobalah untuk tidak membiarkan bedbugs menggigit."

Setelah mereka pergi, anak itu masih tidak nyaman, tetapi ia segera jatuh ke dalam tidurnya.
Keesokan paginya, ia terbangun dan merasakan sesuatu yang dingin dan basah terbungkus di sekelilingnya. Sekali lagi, ia membuka matanya dan merasa ngeri dan menemukan dirinya dalam pelukan mayat lain.

Sekali lagi, ia membangunkan orang tuanya dan mengatakan apa yang telah terjadi. Ibu dan ayahnya kebingungan untuk menjelaskan kejadian aneh tersebut.

Mereka terus bertanya, Bagaimana mungkin mayat masuk ke dalam kamar Anda? Bagaimana itu mungkin? Siapa yang menaruhnya di sana? Apakah mayat itu bangun dan berjalan ke sana dengan sendirinya?

Dengan rasa bingung, ayah anak itu harus membawa mayat ke forensik lagi. Anak itu mulai takut membayangkan saat tidur di malam hari nanti.

Setelah orang tuanya datang dan berkata selamat malam, ia memutuskan untuk tetap terjaga sepanjang malam untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. Namun, saat malam semakin larut dan pagi mendekat, kelopak matanya terasa berat dan mulai menutup.
Segera ia tertidur lelap, mendengkur damai.

Dia bangun, pagi berikutnya, dan menemukan bahwa ia sedang berbaring di pelukan mayat yang membusuk lagi.

Anak itu bertekad untuk mengungkap misteri dan mempunyai rencana yang bagus. Dia menemukan, sepotong benang hitam tipis panjang dan diikatkan salah satu ujungnya ke tempat tidurnya. Dia mengikat ujung lainnya ke kaca di rak kamar tidurnya.

Selama malam, jika sesuatu menyentuh benangnya, itu akan menarik kaca di raknya dan suara kaca pecah akan membangunkannya.

Malam itu, anak itu pergi ke tempat tidur dengan gemetar dan ketakutan. Orang tuanya tidak bisa berbuat apa-apa untuk menenangkannya.

Ayahnya berkata, "Selamat malam, cobalah untuk tidur nyenyak" dan ibunya berkata, "aku yakin malam ini bedbugs tidak akan menggigitmu."

Di tengah malam, anak itu tiba-tiba terbangun oleh suara kaca-kaca pecah. Dia bangun dari tempat tidur, ia menangkap basah ayahnya sedang menempatkan mayat membusuk di bawah selimut di sampingnya.

Anak itu menyadari bahwa ayahnya memiliki rasa humor yang benar-benar gila.

sc Alienor [scaryforkids]