SCP Foundation

SCP Foundation - фиктивная организация, задокументированная одноименным арт-проектом на веб-сайте, созданная на территории вымышленного SCP Foundation, Природоохранные организации и локации, ответственная за обнаружение и удержание объектов.

Creepypastas

Creepypasta este o legendă sau o imagine de groază copiată și lipită pe internet. Aceste intrări pe internet sunt deseori menite să sperie cititorii. Poveste paranormală simplă creată de utilizator Ei ucid Kill și conține povești groaznice despre evenimente din altă lume

urban legends

これは都市伝説のリストです。都市伝説、神話、または物語は、民俗学の現代的なジャンルです。それは通常、気味の悪いもの、迷信、クリプティッド、クリーピーパスタ、その他の恐怖を生み出す物語の要素に関連する架空の物語で構成されています。都市伝説は、しばしば地元の歴史と大衆文化に根ざしています。

Live or die. Make your choice [Billy the puppet]

Билли, механическая кукла-живот, которую использовал Джон Крамер, известен как «убийца головоломок» [франшиза «Пила»), который неоднократно использовался на протяжении всей игры, чтобы рассказывать жертвам о головоломке, которая отключает смертоносные правила и инструкции, которым нужно следовать. выжить, выжить или умереть сделай свой выбор

I'am mad scientist! Hououin Kyouma

シュタインズ・ゲートの物語は秋葉原で行われ、過去にテキストメッセージを送信できるデバイスに電子レンジをカスタマイズした友人のグループについてです。

Tampilkan postingan dengan label history. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label history. Tampilkan semua postingan

08/04/21

Menghilang saat kebakaran di malam natal [ bambini scomparsi durante un incendio a Natale ]

Malam Natal tahun 1945, keluarga Sodders dan sembilan dari sepuluh anak mereka menetap di malam hari. 

Maurice, dan empat saudara kandungnya Betty, Jennie, Louis, dan Martha Lee memohon agar diizinkan untuk begadang dan bermain dengan mainan baru mereka. 

Nyonya Sodder mengalah setelah anak-anak berjanji untuk mengurus tugas mereka sebelum tidur. Tak lama setelah tengah malam, Nyonya Sodder dibangunkan oleh dering telepon. 


Seorang wanita penelepon menanyakan seorang pria yang namanya tidak dikenal oleh Nyonya Sodder. Penelepon itu tertawa aneh sebelum menutup telepon. 


Menutup panggilan sebagai lelucon, Nyonya Sodder kembali ke tempat tidur tetapi melihat lampu masih menyala, tirai tidak ditutup dan pintu belum dikunci. Percaya bahwa anak-anak lupa melakukan hal-hal ini sebelum tidur, dia kembali tidur. 


Dia dibangunkan lagi oleh suara di atap yang terdengar "seperti bola karet." Sekitar setengah jam kemudian, asap mulai mengalir ke kamar tidur. 


Dia berteriak untuk suami dan anak-anaknya. 


Begitu berada di luar, Mr. Sodder memperhatikan bahwa Betty, Jennie, Louis, Martha Lee, dan Maurice tidak dapat ditemukan. 


Dia pergi untuk mengambil tangga, yang disimpan di dekat rumah, untuk mencapai jendela kamar tempat anak-anak tidur. 


Tangganya hilang. Kurang dari empat puluh lima menit setelah api mulai menyala, rumah itu habis terbakar. 


Petugas pemadam kebakaran dan polisi negara bagian tiba pagi itu dan menempatkan penyebab kebakaran pada kabel yang rusak. 


Polisi negara bagian kemudian menarik pernyataan mereka. 


Kepala pemadam kebakaran dan petugas pemadam kebakaran negara bagian menyaring abu dan memberi tahu Sodders bahwa mereka tidak dapat menemukan sisa-sisa. 


Laporan lain menyatakan bahwa petugas pemadam kebakaran menemukan beberapa tulang dan potongan organ dalam di dalam abu, namun pihak keluarga tidak pernah diberitahu tentang temuan tersebut. 


Beberapa waktu setelah kebakaran, kepala pemadam kebakaran memberi tahu Sodders bahwa dia telah menemukan bagian tubuh, mungkin sebuah organ, dari abu dan menguburnya di dalam sebuah kotak di lokasi. 


Kotak itu digali dan isinya dibawa ke rumah duka untuk diperiksa, sementara sebagian kecil dikirim ke tempat lain untuk diperiksa. 


Potongan yang dikirim ke tempat lain dianggap hati sapi. 


Ketika detektif kembali ke rumah duka untuk menemukan hasil analisis mereka tentang konten yang ditinggalkannya dalam perawatan mereka, dia diberitahu bahwa mereka tidak dapat ditemukan. 


Penjabat koroner mendorong juri enam warga setempat yang mengembalikan putusan bahwa lima anak meninggal karena mati lemas dan api. 


Dalam beberapa bulan, Sodders menjadi yakin bahwa anak-anak mereka tidak mati dalam api. Informasi mulai muncul untuk mendukung keyakinan mereka. 


Investigasi mengungkapkan bahwa saluran telepon telah terputus sesaat sebelum atau selama kebakaran. Seorang sopir bus larut malam melaporkan melihat "bola api" dilemparkan ke atas atap rumah Sodder.


Seorang operator motel yang terletak di tengah-tengah antara Fayetteville dan Charleston melaporkan melihat anak-anak pada pagi Natal. 


Seorang pemilik hotel Charleston melaporkan melihat empat anak di perusahaan empat orang dewasa berbahasa Italia seminggu kemudian. 


Tiga bulan setelah kebakaran, anak bungsu menemukan benda karet keras yang berlubang dengan tutup pelintir. Itu diidentifikasi oleh otoritas Angkatan Darat sebagai pembakar atau bom napalm yang disebut "pinus-apel." Belakangan diketahui bahwa api telah mulai di atap. Saat kebakaran, seorang pria terlihat mencuri balok dan rantai dari garasi Sodder. 


Dia mengaku memutus "jalur listrik" ke rumah Sodder. Tangga, yang tidak dapat ditemukan selama kebakaran, ditemukan di tanggul yang jauh dari rumah. 


Beberapa tahun setelah tragedi itu, Mr. Sodder melihat foto anak-anak sekolah di New York dan yakin bahwa Betty adalah salah satu anak dalam foto itu. 


Dia pergi ke Manhattan untuk melihat sendiri tetapi tidak pernah diizinkan untuk melihat anak itu. 


Penampakan anak-anak datang dari seluruh negeri. 


Setiap petunjuk terbukti tidak membuahkan hasil. 


Pada tahun 1952, keluarga Sodders membeli sebuah papan reklame yang menampilkan foto anak-anak mereka yang hilang dan menawarkan hadiah untuk pemulihan salah satu atau semua anak-anak tersebut. 


Publisitas tersebut menimbulkan desas-desus bahwa anak-anak telah dijual ke panti asuhan atau dibawa ke Italia. 


Sodders mencoba dengan sia-sia untuk membuka kembali kasus mereka, bahkan menulis kepada FBI. Polisi negara bagian dan otoritas lokal tidak akan mengaktifkan kembali penyelidikan tanpa bukti penculikan atau pembunuhan. 


Petugas pemadam kebakaran yang menyelidiki mengakui bertahun-tahun kemudian bahwa dia tidak mencari melalui abu secara menyeluruh seperti yang dia inginkan. Bapak Sodder, yang awalnya percaya bahwa anak-anaknya telah meninggal, membuldoser situs tersebut dan menutupinya dengan tanah setinggi empat sampai lima kaki, menanam bunga untuk mengenang anak-anak tersebut. 

Pada tahun 1949, Mr. Sodder memutuskan untuk menggali situs tersebut untuk mencari sisa-sisa manusia. 


Asisten kepala Undang-undang Angkatan Laut di Charleston dan ahli patologi terkenal dari Washington, D.C. termasuk di antara mereka yang membantu. 


Empat buah tulang belakang dan dua tulang kecil yang mungkin berasal dari tangan seorang anak ditemukan. Ahli patologi mencatat bahwa dia kagum dengan kelangkaan tulang yang ditemukan setelah pemeriksaan menyeluruh


dan yang sebenarnya terjadi, mungkin.....



Benedetto Supino [ Legendary human touch from Formia, italia ] manusia api


Pada tahun 1982, masih remaja laki-laki, Benedetto Supino berasal Formia, Italia, menemukan anomaly yang upnormal tentang dirinya: dia bisa membuat segalanya terbakar !!

Hal ini pertama kali terjadi di ruang tunggu dokter gigi sambil membaca buku komik. dan tiba tiba buku komiknya terbakar sendiri


Dan beberapa saat kemudian, dia terbangun oleh api di tempat tidurnya sendiri , piyamanya terbakar dan bocah itu menderita luka bakar yang parah.


Dan pada kesempatan lain, benda plastik kecil yang dipegang di tangan pamannya mulai terbakar saat Benedetto menatapnya.


Memang “kemana pun dia pergi, furnitur, kertas, buku, dan barang-barang lainnya akan mulai membara atau terbakar. 


Beberapa saksi bahkan mengaku melihat tangannya bersinar pada saat-saat tersebut. 


Beban itu membebani anak laki-laki tersebut, benedetto supino the human touch fire man


dan kata kata katanya terkenal : "I don't want things to catch fire, but what can I do?" "Saya tidak ingin barang-barang terbakar, tapi apa yang bisa saya lakukan?"  atau mungkin " Non voglio che le cose prendano fuoco, ma cosa posso fare " orang italia kan 


dia bisa membuat korek api pada awalnya dan mulai membuat pertunjukan kembang api 


Profesor Mario Scuncio dari Pusat Kesehatan Sosial Tivoli misalnya, justru memberikan diagnosis yang agak janggal dengan menilai kondisi kejiwaan anak laki-laki yang pendiam dan kutu buku itu sangat normal.


Dr. Giovanni Ballesio, dekan jurusan pengobatan kesehatan dari Rome University, yang pernah menyelidiki kemungkinan ketidaknormalan pada orang yang memiliki kemampuan membangkitkan listrik tinggi pun tidak mamp u menemukan penjelasan apa-apa di balik semua kebakaran itu. 


Benedetto hanya menyandarkan harapannya pada parapsikolog Demetrio Croce yang mencoba mengajarkan bagaimana mengontrol kemampuannya itu.

semua cerita yang aku baca kisahnya berakhir disana, aku gak tau apa itu benar atau tidak, tapi karna ini blog mistery, aku gak terlalu peduli itu benar atau tidak, aku hanya akan menyebarkanya , aku juga selalu menyebarkan hoax hoax yang aku temui, tapi sengaknya mengatakan ini dulu pada pembacaku disini, karna lucu sekali banyak orang orang berpikir ini nyata, padahal mereka tidak bisa menemukan life record, bahkan ada beberapa artikel ada yang ngesandingin fotonya Benedetto Supino ama Benedetto kecil yang ternyata bocah dari anomaly lain biar ceritanya lebih meyakinkan ahaha... atau mungkin cuma copas doang ahaha


aku juga kesulitan buat cari artikel tentangnya dibawah tahun 2005 , kabanyakan artikelnya ditulis tahun 2008 dan 2020 , bahkan artikel bebahasa italia , dan sepertinya sebentar lagi banyak juga yang menulis ulang cerita diatas juga ahahaha


dan siapa Dr. Demetrio Croce ? aku juga gak bisa menemukanya apa dia exist atau tidak, apakah professor xavier kah ? atau dia 


mungkin juga deddy corbuzier ? meh...

nah sebenarnya dia bukan satu satunya pyrokenesis di internet, cerita tentang manusia yang bisa mengeluarkan api dari udara kosong , cukup banyak urban legend tentang mereka

kita masih punya

Willy Brough dari Turlock, Kalifornia, misalnya, diduga mampu menyalakan api hanya dengan memandangnya. Akibatnya, ia harus menerima saja ketika diusir keluarganya karena dianggap kerasukan roh jahat.Untunglah, seorang petani yang tinggal dekat rumahnya mau memungut bocah itu dan kembali menyekolahkannya. Namun sayang, di sekolah baru ini ia hanya bertahan 1 hari. Karena hanya dalam sehari itu, lima ruang kelas dilalap api yang bersumber dari sorot matanya.


Jennie Bramwell yang yatim piatu. Hanya dalam beberapa minggu setelah diadopsi, di rumah Dawson, keluarga angkatnya di Thorah Island, Ontario. Telah terjadi berpuluh kali kebakaran kecil. Api yang menjilat langit-langit, dinding, perabotan, handuk, bahkan kucing kesayangan keluarga, terjadi spontan saat Jennie ada di dekatnya. Jennie pun dikembalikan ke rumah yatim piatu.


John Chang Pria dengan garis keturunan Indonesia-Tionghoa yang menjadi sangat terkenal di dunia karena kemampuannya telekinesis, pirokinesis, dan telepati yang telah dia pelajari, Apa yang mampu dicatat oleh seorang penulis Yunani, yang juga murid Chang, bernama Danaos yang menerbitkan buku 208 halaman berjudul, The Magus of Java: Teachings of an Authentic Taoist Immortal.


Para biksu Tibet bahkan hal ini diujikan dalam proses inisiasi mereka, dengan membungkus diri dalam lembaran kain dan kertas basah, dan menghabiskan malam di pegunungan yang dingin, duduk di salju. Di pagi hari, jika mereka lulus ujian, kertas dan kain akan mengering dan beberapa salju yang menyentuh tulang kaki di sekitar biarawan akan meleleh.Tekhnik mereka ini disebut memperluas sushumna. Sushumna adalah jalur dari perjalanan kundalini hingga tulang belakang. Memperluas sushumna digunakan untuk meningkatkan suhu tubuh dan membuat panas. Kemampuan ini juga dapat diterapkan untuk pyrokinesis (mengatur benda-benda hingga dapat terbakar dengan kekuatan pikiran.



mungkin sebenarnya masih lebih banyak lagi, tapi males

tambahan : Dalam beberapa tradisi pyrokinetic atau dapat membuat api, tetapi secara ‘teknis’ pyrokinetic hanya dapat memanipulasi api, meskipun mereka dapat membakar dengan bahan mudah terbakar, dan membuat api setelahnya. 

Kemampuan untuk membuat api dari udara tipis, tanpa bahan mudah terbakar, disebut ‘pyrogenesis.’



02/04/21

Kelahiran dunia menurut Babilonia

Babilonia terletak di Selatan Mesopotamia tepatnya di tepian sungai Efrat, di dekat tempat yang sekarang di sebut Al Hillah, Irak di wilayah Sumeria dan Akkadia. 

Babilonia terkenal dengan berbagai macam ajarannya mulai dari ilmu perbintangan (astronomi), peramalan (astrologi), ajaran mengenai jagad raya (kosmologi), gerakan benda2 langit dan rahasia penciptaan yang terdapat pada benda2 langit hingga asal usul penciptaan alam semesta.

Karena peradapannya yang maju Babilonia di kenal sebagai pusat ilmu pengetahuan di masa itu (sekitar tahun 612 SM).


Sebuah penggalian yang di lakukan oleh Layard dan Rassan (1850-1854) dalam perpustakaan raja Ashurbanipal (668-626 SM) ditemukan banyak sekali lempengan tanah liatnya, nah di antara lempengan2 tanah liat itu di temukan apa yang disebut kisah Babilonia tentang penciptaan.

Dalam lempengan itu di kisahkan bahwa dewa Agung Marduk dan dewi kedalaman, Tiamat yang berkonflik menurut beberapa catatan ia berkonflik dengan dewa Marduk karena ingin membalaskan kematian sang suami (Dewa Apsu) tetapi rupanya dewi fortuna tidak berpihak padanya sehingga ia malah tewas di bunuh oleh dewa Marduk dan karena kemenangan ini Marduk di puja baik oleh para dewa maupun manusia.

Kisah penciptaan fersi Babilonia tertulis di atas 7 lempengan tanah liat, mungkin ini untuk di samakan dengan 7 hari penciptaan


Kisah Penciptaan manusia di temukan pada lempeng yang ke 6 yang mana sejajar juga dengan kisah penciptaan manusia di hari ke 6 sedangkan untuk kisah penciptaan alam semesta disebut pada lempengan yang ke 4.


hampir mirip dengan kisah kisah di agama agama lain, benar atau tidaknya, kepercayaan itu saling mempengaruhi




31/03/21

Tragedi Roswell yang terkanal

Di Amerika Serikat (AS), para peneliti UFO dan orang biasa gemar berbicara tentang apa yang terjadi di Roswell, New Mexico pada bulan Juli 1947.

Hal itu sudah menjadi bagian dari cerita rakyat Amerika. 

Namun sesuatu yang juga sangat aneh terjadi di Suffolk, Inggris pada bulan Desember 1980 dan dikenal dengan “Roswell Inggris”.

Terletak kira-kira delapan mil timur Ipswich, Inggris, Hutan Rendlesham meliputi area seluas 3.700 acre (sekira 1719 hektar). 

Hutan tersebut juga terletak di dekat pangkalan militer, yang disebut dengan RAF (Royal Air Force) Bentwaters dan RAF Woodbridge. Pada tahun 1980, masing-masing pangkalan itu digunakan oleh Angkatan Udara AS dan berada di bawah komando Kolonel Gordon E. Williams. 

Ingat, waktu itu adalah masa Perang Dingin dan ada banyak orang Amerika yang ditugaskan di Inggris pada waktu itu.

Kira-kira pada pukul tiga pagi pada 26 Desember 1980, seorang petugas patroli keamanan yang berada di dekat Gerbang Timur di RAF Woodbridge melaporkan melihat sebuah benda terbang aneh di kegelapan hutan. 


Mulanya, petugas tersebut melihat sejumlah cahaya aneh yang bergerak melewati pepohonan, sebagaimana halnya cahaya terang dari obyek yang tidak dikenal.

Beberapa waktu kemudian setelah pukul 4 pagi, polisi setempat juga dihubungi untuk ke tempat tersebut namun ia melaporkan bahwa cahaya yang dapat dilihat hanyalah cahaya yang berasal dari sebuah mercu suar yang berada di dekat pangkalan.

Beberapa pilot yang berada di sana malam itu lalu mengaku melihat sebuah obyek metalik yang berbentuk seperti kerucut dan tertutupi kabut kuning. 

Benda itu dilaporkan melayang di atas area terbuka di dalam hutan. 

UFO tersebut mendenyutkan cahaya merah di bagian atas dan serangkaian cahaya biru di bagian bawahnya. 

Salah seorang pilot mengklaim telah melihat roda pendaratan berbentuk segitiga pada obyek tersebut dimana obyek itu meninggalkan tiga jejak di tanah yang dilihat pada keesokan harinya.

Para pilot juga melaporkan bahwa obyek melayang yang aneh itu nampak bergerak menjauhi mereka ketika mereka mendekatinya. 

Para pilot mengikuti obyek tersebut sepanjang obyek itu melayang di atas padang di dekatnya. UFO tersebut lalu menghilang di langit malam, demikian tulis sebuah situs.

Pada saat istirahat siang, para pilot kembali ke area terbuka kecil di hutan tersebut dimana UFO itu pertama kali terlihat. 

Mereka menemukan tiga jejak kecil dengan pola segitiga, juga tanda bekas terbakar dan dahan yang rusak di pohon-pohon di dekatnya. 

Mereka juga menemukan radiasi dengan tingkat sangat tinggi di tempat dimana dahan-dahan rusak. Pada pukul 10.30 pagi, polisi setempat dihubungi kembali, kali ini agar melihat jejak-jejak di atas tanah. Polisi Inggris menyimpulkan bahwa jejak-jejak itu kemungkinan berasal dari sejenis hewan, demikian menurut situs tersebut.

Pada 28 Desember malam, Letkol Charles Halt, yang waktu itu menjabat sebagai wakil komandan pangkalan, membentuk sebuah tim besar pilot untuk menyelidiki penampakan tersebut dan berharap dapat mengakhiri rumor.

Sebaliknya, Halt dan timnya menyelidiki UFO lainnya. Mereka menduga telah berjumpa dengan sebuah “cahaya seperti matahari berwarna merah” yang bergerak dan berdenyut kira-kira di hutan Rendlesham. UFO tersebut kemudian memisahkan diri menjadi lima obyek putih dan menghilang di langit malam. Segera setelah itu, para pilot memperhatikan tiga obyek seperti bintang yang bermanuver di langit, yang kadang menyorotkan cahaya ke bawah.



Ketika dalam penyelidikan, sebuah cahaya yang menyorot terlihat melewati padang menuju timur, hampir satu jalur dengan rumah pertanian di sekitar tempat itu. 

Halt juga merekam ceritanya tentang apa yang ia lihat waktu itu dengan menggunakan tape recorder.


Menurut salah sebuah keterangan, makhluk alien kecil dengan kepala melengkung seperti kubah diduga keluar dari UFO dan Kolonel Gordon Williams berkomunikasi dengannya menggunakan bahasa isyarat, seperti yang ada di film “Close Encounters of the Third Kind”. Bagaimanapun, cerita ini datang dari rumor yang tidak jelas.

Sebagai bagian dari legenda insiden Hutan Rendlesham, 


para pilot diduga diwawancarai dan diperintahkan oleh atasan mereka untuk tutup mulut tentang apa yang mereka lihat. Salah satu saksi mata mengkalim telah diperintahkan untuk menandatangani sebuah dokumen yang menyatakan bahwa UFO terebut adalah sungguh sebuah cahaya mercu suar.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah saksi mata tampil menceritakan apa yang mereka lihat. Tayangan dari AMerika “Unsolved Mysteries” dan “UFO Hunters” dari History Channel telah membuat acara mengenai peristiwa Hutan Rendlesham. Para jurnalis Inggris juga melihat apa yang terjadi.

Kini, hutan tersebut nampak berbeda dengan tahun 1980 karena badai besar yang menghantam Inggris pada tahun 1987. Namun, di sana ada jejak UFO yang memberitahukan kepada para pengunjung mengenai apa yang terjadi pada malam yang dingin di bulan Desember 1980.



30/03/21

cerita Green children of Woolpit [ Anak Anak Berkulit Hijau dari desa Woolpit ]

Anak-anak berkulit hijau dikisahkan muncul di Woolpit di Suffolk, Inggris, sekitar abad ke-12, kemungkinan selama masa pemerintahan Raja Stephen. 

Anak-anak tersebut, laki-laki dan perempuan, secara umum berpenampilan biasa kecuali kulitnya yang berwarna hijau. Mereka berbicara dalam bahasa yang tidak diketahui, dan hanya mau memakan kacang hijau. 


Akhirnya mereka belajar makan makanan lainnya dan warna hijau kulit mereka memudar, namun si anak lelaki menjadi sakit-sakitan dan meninggal tak lama setelah mereka dibaptis. Anak yang perempuan memulai hidup barunya, tetapi ia dianggap "agak bebas dan serampangan dalam bertingkah."


Setelah ia belajar berbahasa Inggris, si anak perempuan menjelaskan bahwa ia dan saudaranya berasal dari Negeri St Martin, dunia bawah tanah yang penghuninya berwarna hijau.

tentu saja ini bukan foto asli, tapi kurang tau kalo yang kiri, mungkin bukan juga

Catatan agak kontemporer hanya terkandung dalam Chronicum Anglicanum karya Ralph dari Coggeshall dan Historia rerum Anglicarum karya William dari Newburgh, masing-masing ditulis sekitar tahun 1189 dan 1220. 


Antara masa itu dan penemuan kembali kisah itu pada pertengahan abad ke-19, anak-anak berkulit hijau tampaknya hanya muncul dalam karya Uskup Francis Godwin, The Man in the Moone, yang menceritakan catatan William dari Newburgh.


Dua pendekatan telah mendominasi penjelasan tentang kisah anak-anak hijau: bahwa itu adalah cerita rakyat yang menggambarkan perjumpaan khayalan dengan penghuni dari dunia lain, kemungkinan dari bawah tanah atau bahkan kehidupan dari luar angkasa, atau itu merupakan kisah peristiwa sejarah yang diputarbalikkan. 


Kisah itu diakui sebagai kisah fantasi ideal oleh penyair anarkis dan kritikus Herbert Read dalam English Prose Style karyanya, diterbitkan tahun 1931. Kisah itu memberi inspirasi dalam satu-satunya novel karyanya, The Green Child, ditulis tahun 1934.



***


Desa Woolpit merupakan sebuah daerah di Suffolk, Anglia Timur, sekitar 7 mil (11 km) timur kota Bury St Edmunds. 


Selama Abad Pertengahan desa itu menjadi terkenal berkat Biara Bury St Edmunds, dan merupakan salah satu bagian daerah paling padat penduduknya di pedesaan Inggris. 


Dua penulis, Ralph dari Coggeshall (meninggal tahun 1226) dan William dari Newburgh (sekitar 1136-1198), melaporkan kemunculan dua anak berkulit hijau yang misterius selama satu musim panas pada abad ke-12 di desa tersebut. 


Ralph merupakan seorang kepala biara di biara Sistersian di Coggeshall, sekitar 26 mil (42 km) selatan dari Woolpit. William juga merupakan seorang kanon di Priori Newburgh Augustinian, di bagian utara di Yorkshire. 


William menyatakan bahwa catatan kisah yang diberikan dalam bukunya Historia Rerum Anglicarum (1189) berdasarkan "laporan dari sejumlah sumber yang dapat dipercaya" catatan kisah yang ditulis Ralph di Chronicum Anglicanum, ditulis beberapa waktu selama tahun 1220-an, dan menggabungkan informasi dari Sir Richard de Calne dari Wykes,[nb 1] yang kabarnya memberikan perlindungan kepada anak-anak hijau di kediamannya, 6 mil (9,7 km) di utara Woolpit. 


Penjelasan yang diberikan oleh dua penulis ini berbeda dalam beberapa rincian.


***

Suatu hari pada saat panen, menurut William dari Newburgh yang hidup selama pemerintahan Raja Stephen (1135-1154), para penduduk desa Woolpit menemukan dua anak yang merupakan kakak beradik, di samping sebuah lubang serigala yang memberikan julukan pada desa tersebut.


Mereka berkulit hijau dan berbicara dengan bahasa yang tidak dikenal, serta mengenakan pakaian yang sangat asing. 


Ralph melaporkan bahwa anak-anak tersebut dibawa ke rumah Richard de Calne. 


Ralph dan William sependapat bahwa kakak beradik itu menolak semua makanan yang diberikan kepada mereka oleh orang-orang desa selama beberapa hari, sampai akhirnya mereka menemukan beberapa kacang hijau yang kemudian dikonsumsi dengan baik yang membuat mereka bersemangat.


Lantas mereka menyesuaikan diri secara bertahap dengan makanan normal dan dalam waktu yang tidak lama mereka kehilangan warna hijau di kulit mereka.


Kemudian salah satu anak yang lebih muda dari pasangan saudara itu menjadi sakit dan akhirnya meninggal tidak lama setelah mereka berdua dibaptis.


Setelah satu anak yang tersisa berhasil mempelajari bahasa Inggris (Ralph mengatakan bahwa hanya anak perempuan dari pasangan saudara itu yang masih hidup), ia menjelaskan bahwa mereka berasal dari sebuah daerah yang tidak pernah disinari Matahari, melainkan cahaya seperti senja. 


William mengatakan anak-anak menyebut daerah mereka sebagai Taman St. Martin; Ralph menambahkan bahwa segala sesuatu yang ada di sana umumnya berwarna hijau. 


Menurut William, anak-anak tersebut tidak mampu menjelaskan kedatangan mereka di Woolpit. Mereka sedang menggembalakan ternak ayah mereka ketika mereka mendengar sebuah suara keras (menurut William, bel dari Bury St Edmunds), dan tiba-tiba mereka berada dalam sebuah lubang serigala tempat mereka ditemukan. 


Ralph mengatakan bahwa mereka secara tiba-tiba menghilang ketika mereka mengikuti ternak mereka menuju sebuah gua, dan setelah dibimbing oleh sebuah suara lonceng misterius, akhirnya mereka muncul di negeri Inggris.


Masih menurut Ralph, akhirnya gadis itu dipekerjakan sebagai pelayan di rumah Richard de Calne selama bertahun-tahun, di sana ia dianggap sebagai "anak nakal dan sangat kurang ajar". 


Dia menikah dengan seorang pria dari King's Lynn, sekitar 40 mil (64 km) dari Woolpit, di mana Ralph mengatakan ia masih hidup tak lama sebelum Ralph menulis kisahnya. 


Berdasarkan pada penelitian ke dalam sejarah keluarga Richard de Calne, astronom dan penulis Duncan Lunan telah menyimpulkan bahwa gadis itu diberi nama "Agnes", dan ia menikah dengan seorang pejabat kerajaan bernama Richard Barre.


****


Sekurang-kurangnya ada dua pendekatan yang telah mendominasi penjelasan dari misteri anak-anak hijau. 


Yang pertama adalah bahwa cerita itu adalah cerita rakyat biasa, yang menggambarkan suatu pertemuan imajiner dengan penduduk sebuah "Dunia Peri".


Yang kedua adalah bahwa ada kemungkinan cerita yang dicatat merupakan cerita yang berdasarkan kejadian nyata tetapi isinya telah mengalami banyak modifikasi,


meskipun ada kemungkinan untuk memastikan apakah cerita seperti yang dicatat adalah laporan otentik yang diberikan oleh anak-anak tersebut atau hanya sebuah "hasil khayalan orang dewasa".


Sebuah studi tentang catatan anak-anak dan pelayan yang melarikan diri dari tuannya membuat Charles Oman menyimpulkan bahwa "jelas ada beberapa misteri di balik semuanya [cerita anak-anak hijau] dengan cerita tentang pembiusan dan penculikan."



Sejarawan semacam Charles Oman menyatakan bahwa satu unsur dalam cerita anak hijau, yakni jalan masuk menuju dunia yang berbeda melalui sebuah gua, tampak cukup populer. 


Gerald dari Wales mengisahkan cerita serupa mengenai seorang bocah lelaki yang kabur dari tuannya, dan "bertemu dua orang pigmi yang memandunya melalui jalan bawah tanah menuju tempat yang indah dengan padang dan sungai, namun tidak diterangi cahaya matahari".


 Namun sebagai dongeng, kisah semacam itu malah jarang; E. W. Baughman mendaftarnya sebagai satu-satunya contoh dalam kategori F103.1-nya mengenai dongeng Amerika Utara dan Inggris: "Para penghuni dunia bawah mengunjungi manusia, dan terus hidup bersama mereka".


 Martin Walsh berpendapat bahwa Referensi pada Santo Martinus cukup signifikan, dan melihat bahwa kisah anak-anak hijau merupakan bukti bahwa perayaan Martinmas berasal dari Inggris, yang darinya cerita anak membentuk "stratum terbawah".


 E. S. Alderson mengemukakan adanya kaitan kisah itu dengan tradisi Kelt dalam edisi Notes and Queries tahun 1900: Roh "Hijau" itu tidak punya dosa dalam tradisi dan sastra Kelt ... 


Mungkin lebih dari sekadar kebetulan bahwa si gadis hijau menikahi seorang 'pria dari [Kings] Lynn.' Di sini [kata Kelt] asli adalah lein, jahat, dengan kata lain. 


peri yang murni menikahi putra bumi yang berdosa."Jeffrey Jerome Cohen mengajukan pendapat bahwa anak-anak hijau adalah kenangan dari masa lalu Inggris dan penaklukan yang kejam terhadap Suku Briton oleh kaum Anglo-Saxon menyusul invasi Normandia. William dari Newburgh secara enggan


memasukkan kisah anak-anak hijau dalam ceritanya mengenai Inggris yang telah bersatu, yang oleh Cohen disejajarkan dengan karya Geoffrey dari Monmouth, Sejarah Raja Britania, sebuah buku yang menurut William penuh dengan kebohongan.


 Sejarah versi Geoffrey menjelaskan tentang para raja dan kerajaan terdahulu dari berbagai identitas ras, sedangkan Inggris versi William adalah negara yang orang-orangnya telah berasimilasi (dalam kasus bangsa Norman) atau terdesak ke perbatasan (suku Wales, suku Skot, dan suku Pict). 


Menurut Cohen, anak-anak hijau merepresentasikan intrusi ganda pada visi William mengenai Inggris bersatu. 


Di satu pihak, mereka adalah pengingat tentang perbedaan ras dan budaya antara bangsa Norman dan bangsa Anglo-Saxon, khususnya karena anak-anak itu mengklaim bahwa mereka datang dari Tanah St Martin, yang dinamai dari Santo Martinus dari Tours; satu-satunya penyebutan lainnya tentang santo tersebut oleh William adalah ketika membahas Biara Santo Martinus di Hastings, yang dibangun untuk memperingati kemenangan bangsa Norman pada tahun 1066.


 Tapi anak-anak hijau juga menjadi perwujudan dari para penghuni awal Kepulauan Britania, "suku Wales (dan suku Irlandia dan Skot) yang telah secara paksa diangliakan ... Kisah anak-anak hijau memunculkan cerita lain yang tidak dapat diceritakan oleh William, salah satunya adalah tentang dominion Inggris yang menjadi asumsi yang bermasalah alih-alih menjadi kesimpulan terdahulu."[19] Khususnya si bocah lelaki hijau, yang mati dan bukannya berasimilasi, melambangkan "suatu dunia yang dekat yang tidak dapat dikuasai ... suatu keberlainan yang akan binasa untuk bertahan".[20]



Dalam perkembangan modernnya, kisah anak-anak hijau dikaitkan dengan kisah Babes in the Wood, yang ditinggalkan untuk mati oleh paman mereka yang jahat; dalam versi ini warna kulit mereka yang hijau diduga karena mereka keracunan arsenik. 


Mereka kabur dari hutan tempat mereka ditinggalkan, kemungkinan ke Hutan Thetford, dan anak-anak itu terjatuh ke dalam lubang di Woolpit kemudian ditemukan oleh warga desa. 


Dalam bukunya yang terbit tahun 1978, A Slice of Suffolk, penulis dan penyanyi lokal Bob Roberts mengatakan "Aku diberi tahu bahwa masih ada orang-orang di Woolpit yang merupakan 'keturunan dari anak-anak hijau', tetapi tak ada yang bilang siapa-siapa saja mereka!"Pendapat lainnya mengatakan bahwa anak



anak hijau kemungkinan adalah makhluk luar Bumi, atau penghuni dunia bawah tanah. 


Pada tahun 1996 dalam artikel yang diterbitkan di majalah Analog, astronom Duncan Lunan berhipotesis bahwa anak-anak hijau secara tidak sengaja dipindakan ke Woolpit dari planet asal mereka sebagai akibat dari kegagalan alat "pemancar materi" mereka.


 Lunan berpendapat bahwa planet asal anak-anak hijau kemungkinan terperangkap dalam orbit sinkron di sekitar mataharinya, sehingga kehidupan hanya ada di daerah senja yang sempit di antara permukaan yang sangat panas dan sisi gelap yang membeku. 


Lunan menjelaskan warna kulit yang hijau merupakan efek samping yang muncul karena para penghuni planet mengonsumsi makanan asing yang telah termodifikasi secara genetik.


Lunan bukan orang pertama yang memberi dugaan bahwa anak-anak hijau kemungkinan adalah makhluk luar Bumi. Cendekiawan Robert Burton berpendapat dalam karyanya tahun 1621 The Anatomy of Melancholy bahwa anak-anak hijau mungkin "jatuh dari langit". 


Gagasan itu tampaknya kemudian diambil oleh Francis Godwin, seorang sejarawan dan Uskup Hereford, dalam fiksi spekulatifnya, The Man in the Moone,


 yang diterbitkan setelah dia meninggal pada tahun 1638.



Banyak imigran Flemish yang tiba di Inggris Timur pada abad ke-12, dan mereka disiksa setelah Henry II menjadi raja pada tahun 1154; banyak dari mereka dibantai di dekat Bury St Edmunds pada 1173. Paul Harris berpendapat bahwa orang tua anak-anak hijau adalah orang Flemish yang tewas pada masa kerusuhan dan anak-anak itu kemungkinan datang dari desa Fornham St Martin, sebelah utara Bury St Edmunds, tempat adanya permukiman pembuatan pakaian Flemish saat itu. Mereka barangkali kabur dan pada akhirnya mengembara ke Woolpit. 


Tak tahu arah, dan berpakaian dengan pakaian Flemish yang asing, anak-anak itu mungkin menjadi tontonan aneh bagi penduduk desa Woolpit.


Warna kulit anak-anak itu dapat dijelaskan oleh penyakit hijau, yang terjadi akibat kekurangan makanan.


Brian Haughton beranggapan bahwa penjelasan Harris masuk akal, dan salah satu yang paling banyak diterima,


 meskipun bukannya tanpa celah. Misalnya, Brian berpendapat bahwa orang terdidik seperti Richard de Calne tidak mungkin tak mengenali bahasa yang dituturkan oleh anak-anak Flemish.


Sejarawan Derek Brewer memberikan penjelasan yang lebih menjemukan:Kemungkinan inti dari masalah ini adalah bahwa anak-anak yang sangat kecil ini, menggembala atau mengikuti ternak, tersesat dari hutan desa mereka, sedikit bicara, dan (dalam istilah modern) tidak tahu alamat rumah mereka sendiri. 


Mereka mungkin menderita klorosis, penyakit kekurangan makanan yang membuat kulit menjadi berwarna kehijauan, karena itulah disebut "penyakit hijau" Dengan diet yang baik penyakit itu menghilang.


Penyair anarkis dan kritikus Inggris Herbert Read menggambarkan cerita anak-anak hijau dalam karyanya English Prose Style, yang diterbitkan pada tahun 1931, sebagai "norma yang harus diikuti oleh semua jenis fantasi".


 Cerita anak hijau juga merupakan insprasi bagi novelnya, The Green Child, yang ditulis pada tahun 1934.


 Kevin Crossley-Holland pada tahun 1994 juga menulis adaptasi cerita anak hijau dari sudut pandang si anak perempuan hijau.


Penulis John Macklin menyertakan sebuah kisah dalam bukunya yang terbit tahun 1965, berjudul Strange Destinies, mengenai dua anak hijau yang tiba di desa Banjos di Spanyol pada tahun 1887.


 Banyak rincian cerita tersebut yang mirip dengan cerita anak-anak hijau Woolpit, misalnya nama Ricardo de Calno, wali kota Banjos yang berteman dengan dua anak itu. Namanya mirip dengan Richard de Calne.


Dengan demikian tampaknya cerita Macklin adalah cerita rekaan yang terilhami oleh cerita anak-anak hijau dari Woolpit,


 khususnya karena tidak ada catatan mengenai desa di Spanyol yang bernama Banjos.


Pada tahun 2002, penyair Inggris Glyn Maxwell menulis sebuah sandiwara sajak yang berdasarkan pada cerita anak-anak hijau. Sandiwara itu berjudul Wolfpit (nama awal untuk Woolpit) dan dipentaskan sekali di New York City. 


Dalam versi Maxwell, si anak perempuan hijau menjadi pelayan tuan tanah, sampai seorang asing bernama Juxon membelinya dan membebaskannya, lalu membawanya ke suatu tempat yang tidak diketahui.


Cerita anak-anak hijau merupakan tema dari sebuah opera, yang diisi oleh anak-anak dan orang dewasa dan digubah oleh Nicola LeFanu pada tahun 1990; librettonya ditulis oleh Kevin Crossley-Holland.


full wiki pedia, 


Cerita Genghis Khan [ one of the greatest empire in history ]

Temüjin atau yang lebih kita kenal sebagai Pemimpin bangsa Mongol, salah satu dari kekaisaran terbesar sepenjang sejarah, Genghis Khan (1162-1227) adalah orang sederhana yang telah mendirikan kerajaan terbesar dalam sejarah, tak salah satu sosok yang sosok yang tak akan pernah terlupakan oleh zaman


Setelah menyatukan suku-suku nomaden di dataran tinggi Mongolia, ia menaklukkan sebagian besar wilayah di Asia Tengah dan Cina. 


Keturunannya memperluas kekaisaran lebih jauh, maju ke tempat-tempat yang jauh seperti Polandia, Vietnam, Suriah dan Korea.Pada puncaknya, bangsa Mongol menguasai antara 11 dan 12 juta mil persegi yang bersebelahan, sebuah wilayah seukuran Afrika. Banyak orang dibantai selama invasi Genghis Khan, tetapi ia juga memberikan kebebasan beragama kepada rakyatnya, menghapuskan siksaan, mendorong perdagangan dan menciptakan sistem pos internasional pertama. 


Genghis Khan meninggal pada tahun 1227 selama kampanye militer melawan kerajaan Cina Xi Xia. Tempat peristirahatan terakhirnya masih belum diketahui.Kehidupan awal Genghis KhanTemujin, kemudian lebih dikenal sebagai Genghis Khan, lahir sekitar tahun 1162 di dekat perbatasan antara Mongolia modern dan Siberia. 


Legenda berpendapat bahwa ia datang ke dunia sambil memegang gumpalan darah di tangan kanannya. Ibunya telah diculik oleh ayahnya dan dipaksa menikah. Pada waktu itu, lusinan suku nomaden di padang rumput Asia tengah terus-menerus berjuang dan mencuri satu sama lain, dan kehidupan untuk Temujin keras dan tak terduga. 


Sebelum berusia 10 tahun, ayahnya diracun hingga mati oleh klan musuh. Klan Temujin sendiri kemudian meninggalkan dia, ibunya dan enam saudara kandungnya untuk menghindari harus memberi makan mereka.Tak lama kemudian, Temujin membunuh saudara tirinya yang lebih tua dan mengambil alih sebagai kepala rumah tangga yang dilanda kemiskinan. 

Pada satu titik, dia ditangkap dan diperbudak oleh klan yang telah meninggalkannya, tetapi dia akhirnya bisa melarikan diri. Pada tahun 1178 Temujin menikahi Borte, yang memberinya empat putra dan jumlah putri yang tidak diketahui. 


Dia segera mulai membuat aliansi, membangun reputasi sebagai seorang prajurit dan menarik semakin banyak pengikut. Sebagian besar dari apa yang kita ketahui tentang masa kecil Genghis Khan berasal dari "The Secret History of the Mongol," karya tertua yang diketahui dari sejarah dan sastra Mongolia, yang ditulis segera setelah kematiannya.


Genghis Khan berhasil mempersatukan Mongolia 

Melawan adat, Temujin menempatkan orang-orang yang kompeten dari pada saudaranya di posisi kunci dan mengeksekusi para pemimpin suku musuh sambil memasukkan anggota yang tersisa ke dalam klannya. 


Dia memerintahkan semua penjarahan menunggu sampai setelah kemenangan penuh telah dimenangkan, dan dia mengatur prajuritnya menjadi 10 unit tanpa memperhatikan kerabat.


Meskipun Temujin adalah seorang penganut animisme, para pengikutnya termasuk orang-orang Kristen, Muslim, dan Budha. 


Pada 1205 ia telah mengalahkan semua rival, termasuk mantan sahabatnya, Jamuka. 


Tahun berikutnya, ia mengadakan pertemuan perwakilan dari setiap bagian wilayah dan mendirikan negara yang ukurannya sama dengan Mongolia modern. 


Dia juga diproklamirkan sebagai Chinggis Khan, yang secara kasar diterjemahkan menjadi "Penguasa Universal," sebuah nama yang kemudian dikenal di Barat sebagai Genghis Khan.

Genghis Khan membangun Kekaisaran Mongol yang ditakuti dunia


Setelah menyatukan suku-suku stepa, Genghis Khan memerintah sekitar satu juta orang. Untuk menekan penyebab tradisional perang suku, dia menghapuskan gelar aristokrat yang diwariskan. 


Dia juga melarang penjualan dan penculikan wanita, melarang perbudakan terhadap orang Mongol dan membuat pencurian ternak bisa dihukum mati. 


Selain itu, Genghis Khan memerintahkan adopsi sistem penulisan, melakukan sensus rutin, memberikan kekebalan diplomatik kepada duta besar asing dan mengizinkan kebebasan beragama jauh sebelum gagasan itu masuk ke tempat lain.


Kampanye pertama Genghis Khan di luar Mongolia terjadi melawan kerajaan Xi Xia di Cina barat laut. 


Setelah serangkaian serangan, orang-orang Mongol meluncurkan inisiatif besar pada 1209 yang membawa mereka ke ambang pintu Yinchuan, ibukota Xi Xia. 


Tidak seperti pasukan lainnya, bangsa Mongol bepergian tanpa kereta pasokan selain cadangan kuda yang besar. 


Tentara hampir seluruhnya terdiri dari pasukan kavaleri, yang merupakan penunggang ahli dan mematikan dengan busur dan anak panah. 


Di Yinchuan, orang-orang Mongol mengerahkan pasukan palsu, salah satu taktik khas mereka dan kemudian melakukan pengepungan. 


Meskipun upaya mereka untuk membanjiri kota gagal, penguasa Xi Xia menyerahkan dan memberikan penghormatan.


Bangsa Mongol selanjutnya menyerang Dinasti Jin di Cina utara, yang penguasanya melakukan kesalahan dengan menuntut pengajuan Genghis Khan. 


Dari tahun 1211 hingga 1214, orang-orang Mongol yang kalah jumlah itu memporak-porandakan desa dan mengirim para pengungsi ke kota-kota. 


Kekurangan makanan menjadi masalah, dan tentara Jin akhirnya membunuh puluhan ribu petani sendiri.


Pada 1214 bangsa Mongol mengepung ibukota Zhongdu (sekarang Beijing), dan penguasa Jin sepakat untuk menyerahkan sejumlah besar sutra, perak, emas, dan kuda. 


Ketika penguasa Jin kemudian memindahkan istananya ke selatan ke kota Kaifeng, 


Genghis Khan menganggap ini sebagai pelanggaran.


Pada 1219 Genghis Khan berperang melawan Kekaisaran Khwarezm di Turkmenistan, Uzbekistan, Afghanistan, dan Iran. 


Sultan di sana telah menyetujui perjanjian perdagangan, tetapi ketika karavan pertama tiba, barang-barangnya dicuri dan para pedagangnya terbunuh. 


Sultan kemudian membunuh beberapa duta besar Genghis Khan. Meskipun sekali lagi kalah jumlah, gerombolan Mongol menyapu kota Khwarezm satu demi satu, termasuk Bukhara, Samarkand dan Urgench. 


Pekerja terampil seperti tukang kayu dan perhiasan biasanya diselamatkan, sementara bangsawan dan tentara penentang terbunuh. 


Pekerja tidak terampil sering digunakan sebagai perisai manusia selama serangan berikutnya. 


Tidak ada yang tahu dengan pasti berapa banyak orang yang tewas selama perang Genghis Khan, 


sebagian karena orang-orang Mongol menyebarkan citra jahat mereka sebagai cara menyebarkan teror.


****


Ketika Genghis Khan kembali ke Mongolia pada 1225, ia mengendalikan petak besar wilayah dari Laut Jepang sampai Laut Kaspia. 


Namun demikian, dia tidak beristirahat lama sebelum mengalihkan perhatiannya kembali ke kerajaan Xi Xia, yang telah menolak untuk berkontribusi pasukan ke invasi Khwarezm. 


Pada awal 1227 seekor kuda melemparkan Genghis Khan ke tanah, menyebabkan luka dalam. 


Dia terus dengan kampanye, tetapi kesehatannya tidak pernah pulih. 


Dia meninggal pada 18 Agustus 1227, tepat sebelum Xi Xia dihancurkan.


Genghis Khan menaklukkan tanah dua kali lebih banyak dari orang lain dalam sejarah, membawa peradaban Timur dan Barat ke dalam proses. 


Keturunannya, termasuk Ogodei dan Khubilai, juga penakluk yang produktif, mengambil kendali atas Eropa Timur, Timur Tengah dan seluruh Cina, di antara tempat-tempat lain. 


Bangsa Mongol bahkan menginvasi Jepang dan Jawa sebelum kekaisaran mereka pecah pada abad ke-14. Keturunan penguasa terakhir Genghis Khan akhirnya digulingkan pada tahun 1920.


=====================================


Itulah sepenggal kisah dari salah satu penguasa terbesar dalam sejarah. Luas wilayah kekuasaan hanya kalah dari Britania Raya dan menjadi dinasti yang paling berpengaruh.

SC  : https://www,idntimes,com/science/discovery/amp/genady-althaf-jauhar/genghis-khan-kaisar-mongol-yang-pernah-menguasai-asia-dan-eropa-exp-c1c2

https://www,pinterpandai,com/genghis-khan/

24/03/21

Rorschach ?

Tes Rorschach adalah tes psikologi proyektif yang dikembangkan pada tahun 1921 oleh Hermann Rorschach untuk mengukur gangguan pikiran untuk tujuan mengidentifikasi penyakit mental. 

Hal tersebut terinspirasi dari pengamatan bahwa penderita skizofrenia seringkali menafsirkan hal-hal yang mereka lihat dengan cara yang tidak biasa. 

Dalam tes tersebut, peserta diperlihatkan serangkaian sepuluh kartu noda tinta dan diarahkan untuk menanggapi masing-masing dengan apa yang mereka lihat di noda tinta. 

Karena menyelesaikan Tes Rorschach memakan waktu dan membutuhkan serta psikolog terlatih dalam penggunaannya, ada banyak upaya untuk mengubah Rorschach menjadi tes obyektif untuk kemudahan penggunaan. 

Uji Rorschach Pilihan Ganda Harrower-Erickson dikembangkan selama Perang Dunia II untuk penyaringan skala besar personel militer AS. 

Pekerjaan pertama pada MCR melaporkan kekuatan prediksi yang mengesankan, namun pekerjaan selanjutnya menunjukkan bahwa skor dari MCR memiliki nilai yang kecil dan tes tersebut tampaknya tidak digunakan selama lima puluh tahun terakhir. 

Tes ini terdiri dari sepuluh gambar. 

Untuk setiap gambar Anda akan diberi waktu untuk menghafalnya dan kemudian pada halaman berikutnya Anda harus memilih dari daftar apa deskripsi terbaik dari gambar itu. 

Instruksi asli memanggil setiap gambar untuk diproyeksikan pada layar selama tiga puluh detik, tes ini memungkinkan Anda melaju secepat yang Anda inginkan, namun disarankan agar Anda tidak melakukannya dengan cepat.

https://openpsychometrics.org/tests/HEMCR/










what u see?
.




26/02/21

Muhammad Kasim Arifin [Seorang Mahasiswa yang Disambut Bagai Pahlawan Saat Wisuda]

 [Seorang Mahasiswa yang Disambut Bagai Pahlawan Saat Wisuda] 

Dia masih menjadi mahasiswa IPB saat menghilang lima belas tahun silam di Pulau Seram, Maluku. Dia kembali ke kota hanya dengan sandal jepit dan baju lusuh. 


Tapi, dia disambut bak seorang pahlawan yang baru saja kembali dari medan laga. 


Dia dielu- elukan segenap penjuru.Kisahnya menitikkan haru. 


Dia diabadikan dalam puisi. 


Dia seperti sungai yang tak henti mengalirkan inspirasi.


Hari itu, 

22 September 1979 di Hotel Salak, Bogor. Lelaki berkulit legam itu dikelilingi teman-temannya. 

Dia hanya mengenakan sandal jepit. Temannya membawakan sepatu dan jas untuknya. 

Dia menolak memakainya. Namun, temannya bersikeras. 

Lelaki itu, Muhammad Kasim Arifin, serupa anak yang hilang. 

Dia yang lahir di Langsa. Aceh, 18 April 1938 itu adalah mahasiswa yang kembali setelah 15 tahun silam.


Teman- temannya sudah lama sarjana dan banyak yang sudah menjadi pejabat. 

Kasim hanya seorang petani yang bersahaja. 

Tapi dia justru jauh menjulang namanya dibandingkan semua orang.

Tahun 1964, dia hanya seorang mahasiswa biasa yang mengikuti Program Pengerahan Mahasiswa, yang sekarang bernama Kuliah Kerja Nyata.

Di masa itu, mahasiswa harus siap ditempatkan di pelosok negeri. Kasim mendapat lokasi di Waimital, Pulau Seram, Maluku.


Dia pun mendatangi daerah terpencil itu sebab didorong hasrat untuk membumikan semua pengetahuannya. 

Di Waimital, dia bertemu keluarga petani miskin yang datang melalui program transmigrasi.

Nuraninya terketuk. Dia ingin berbuat sesuatu. 


Dia menanggalkan semua identitas kota pada dirinya. 

Dia memakai sandal jepit dan baju lusuh. 

Dia ikut menemani petani yang berjalan kaki 20 kilometer menuju sawah. 

Dia melakukannya setiap hari dan bolak-balik. 

Dia membantu petani untuk mengolah tanah. 

Diajarkannya pengetahuan yang didapatnya di kampus IPB.Dia membantu masyarakat untuk membuka jalan desa, membangun sawah baru, membuat irigasi. 

Dia tidak menunggu bantuan dari pemerintah. 

Dia membangkitkan semangat masyarakat untuk bergotong-royong.Kasim peduli pada petani lebih dari dirinya sendiri. 

Dia pun mendapat kasih sayang dari semua orang.

Dia disapa Antua, sebutan bagi orang yang dihormati di Waimital. 


Kasim begitu larut untuk membantu masyarakat, sampai-sampai dia lupa pulang.


Seharusnya dia di Waimital hanya tiga bulan. 

Tapi dia merasa tugasnya belum selesai. 

Bahkan saat semua teman-temannya pulang, dia tetap menjadi petani. 

Bahkan semua temannya telah diwisuda, dia masih setia di kampung itu. 

Hingga semua temannya lulus dan menjadi pejabat, dia tetap memilih di kampung itu hingga 15 tahun.Di Aceh, orang tuanya memanggil. 

Dia tak bergeming. Bahkan Rektor IPB, Profesor Andi Hakim Nasution, memanggilnya kembali, dia masih juga tak bergeming. 


Tak kurang akal, Rektor IPB lalu mengutus Saleh Widodo, seorang teman kuliah Ķasim, untuk menjemputnya di sana. 

Dengan berat hati, Kasim bersedia ke Jakarta, lalu Bogor, hanya dengan sandal jepit dan baju lusuh.Kampus memanggilnya untuk menyelesaikan studi. 

Kasim sejatinya tak butuh gelar akademik, tapi dia tak kuasa menolak permintaan teman-temannya. Dia mengaku tidak sanggup membuat skripsi.

Teman-temannya berinisiatif untuk merekam kisahnya di Waimital untuk diajukan sebagai skripsi. 

Dia bercerita selama 28 jam. 

Temannya mencatat cerita itu dengan mata basah. 

Semua terharu. Kasim adalah potret manusia yang melampaui dirinya. 


Dia bukan seperti kebanyakan orang yang hanya berpikir untuk kuliah lalu bekerja, mengumpul harta, kemudian hidup bahagia.

Dia menemukan bahagianya dengan cara lain. 

Saat dia melihat petani tersenyum, hatinya mekar. 

Selagi senyum itu belum hadir, dia akan menganggap tugasnya jauh dari kata selesai. 

Dia lebur bersama masyarakat. 


Mulanya dia datang sebagai Kasim, mahasiswa IPB yang penuh pengetahuan. 

Setelah 15 tahun, dia menjadi bagian dari masyarakat.

Dia tak lagi ingin sesegera mungkin lulus, kemudian menyandang toga dan bekerja di instansi pemerintahan. 

Dia ingin membantu semua petani untuk sejahtera melalui tindakan memuliakan bumi, menghargai lumpur, lalu mengolah tanah-tanah pertanian. 

Dia mencintai tunas yang tumbuh lalu mekar jadi tanaman.

Hari itu, Kasim memasuki gedung IPB untuk wisuda. 

Mulanya dia ragu-ragu dan takut melihat banyak orang berdatangan, Semalaman dia tak bisa tidur di Hotel Salak karena pendingin udara dan suara bising di jalanan.Di acara wisuda, 

dia ingin duduk di kursi belakang. 


Namun begitu dia datang, 

semua orang berdiri dan bertepuk tangan. 

Dedikasinya membuat banyak orang merinding. 

Dia adalah insinyur pertanian paling istimewa, paling menyentuh hati, dan paling menjulang dibandingkan yang lain.

Lelaki muda itu tetap Kasim yang bersahaja. 


Bahkan setelah wisuda pun, dia kembali ke Waimital demi meneruskan kerja-kerjanya.

Setelah beberapa waktu, barulah dia menerima pinangan Universitas Syiah Kuala, Aceh, untuk menjádi dosen di sana hingga pensiun pada tahun 1994. 

Di Waimital, namanya selalu harum, bahkan diabadikan menjadi nama jalan.Di tahun 1982, Kasim mendapatkan penghargaan Kalpataru dari pemerintah untuk jasa-jasanya membangun masyarakat desa déngan wawasan lingkungan hidup.

Kasim yang tidak gila pada penghargaan, "membuang" kalpataru itu di bawah kursi dan meninggalkannya begitu saja, hingga akhirnya seseorang mengantarkan kalpataru itu ke rumahnya. Bahkan penghargaan pun bukan menjadí tujuannya.

Ketika mendapat tawaran untuk study banding ke Amerika serikat, dia menolak. "Untuk apa saya harus ke Amerika yang punya tradisi pertanian berbeda dengan disini?" Katanya.


Dia selalu menjadi Kasim yang menginspirasi. 

Kisah hidupnya ditulis ke dalam buku berjudul Seorang Lelaki Dari Waimital yang ditulis Hanna Rambe di tahun 1983, dan diterbitkan Sinar Harapan.

Seusai pensiun, dia tetap di Aceh dan menjadi aktivis lingkungan. 


Di masa kini, betapa sulitnya menemukan anak muda yang masih idealis seperti dirinya.


Anak muda hari ini berlomba-lomba untuk masuk dunia bisnis, mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, lalu masuk ke lingkaran istana, entah sebagai staf milenial atau sebagai staf menteri. Bahkan para akademisi muda bermimpi jadi dirjen, staf khusus menteri, atau jadi pejabat di BUMN.


Kasim adalah oase yang serupa mata air selalu menjadi telaga inspirasi yang tak mengering.


Saat dia diwisuda di tahun 1979, salah seorang rekannya penyair Taufiq Ismail, menulis puisi yang mengharukan tentang Kasim.

Salah satu baitnya berbunyi:

Dari pulau itu, dia telah pulang

Dia yang dikabarkan hilang

Lima belas tahun lamanya

Di Waimital, Kasim mencetak harapan

Di kota kita mencetak keluhan

Dan kemarin, di tepi kali Ciliwung aku berkaca

Kulihat mukaku yang keruh dan leherku yang berdasi

Kuludahi bayanganku di air itu karena rasa maluku

Ketika aku mengingatmu, Sim

Di Waimital engkau mencetak harapan

Di kota, kami...

Padahal awan yang tergantung di atas Waimital, adalah

Awan yang tergantung di atas kota juga

Kau kini telah pulang

Kami memelukmu.



https://sosok.grid.id/amp/412247844/keenakan-kkn-sampai-lupa-daratan-mahasiswa-ipb-habiskan-waktu-sampai-15-tahun-untuk-jadi-petani-di-desa-pulang-pulang-langsung-dapat-gelar-insinyur-pertanian?

24/02/21

Story of salem : the witch town

Salem merupakan sebuah kota yang terletak di Massachussets, Amerika Serikat. Kota ini berdiri pada tahun 1629. Di tahun 1941, Salem menjadi bagian dari Koloni Inggris. 

Karena hal itulah, aturan Inggris juga diberlakukan di kota ini.Salah satu aturan yang diterapkan adalah pelarangan praktik sihir. 


Aturan tersebut telah membuat sekitar 150 warga kota Salem kehilangan nyawa. Ratusan orang warga Salem yang dituding telah melakukan praktik sihir ditangkap, diadili, dan dihukum dengan kejam. 


Padahal, tudingan tersebut dilontarkan tanpa bukti yang akurat.


Kisah pembantaian ratusan warga Salem berawal dari percekcokan Martha Goodwin dan Goode Glover di tahun 1688. Setelah itu, Martha beserta keluarganya menderita penyakit aneh. 


Goode pun menjadi tertuduh dan ditangkap. Ia dianggap telah melakukan praktik sihir terhadap keluarga Martha Goodwin.Setelah ditangkap, seorang pendeta bernama Cotton Mather memaksa Goode untuk mengakui perbuatannya. 


Apabila Goode tidak mengakui perbuatannya, ia akan dijatuhi hukuman gantung.Hukuman belum dilaksanakan, tetapi malah terjadi hal yang aneh. 


Wajah dan tubuh Goode berubah menjadi menyeramkan. Hal ini diduga sebagai akibat praktik sihir.Di tahun 1692, kejadian yang sama menimpa banyak gadis, sebut saja Abigail Williams, Elizabeth Parris, dan Putnam Jr. 


Pada pertengahan Februari 1692, dokter pun mengatakan bahwa penyakit aneh tersebut disebabkan sihir.


Pada Mei 1692, karena banyaknya tuduhan terkait sihir, akhirnya dilakukan pengadilan terbuka di Salem. 


Ratusan orang dihukum dengan cara dipenjarakan, digantung, dan ada juga yang dibakar hidup-hidup. Lima tahun berselang, pengadilan kota mengakui kesalahannya karena telah menangkap dan menghukum ratusan orang tanpa bukti yang jelas.



Peristiwa kejam ini dikenal sebagai The Salem Witch Trial. 


Untuk mengenangnya, dibuatlah sebuah museum yang diberi nama The Salem Witch Museum. 


Di museum ini, pengunjung akan merasakan kembali sensasi kota Salem di tahun 1692.


Kota Salem kini menjadi kota tujuan wisata. 


Di sana masih terdapat sebuah rumah milik Hakim Jonathan Corwin, salah satu hakim dalam peristiwa The Salem Witch Trials. 


Rumah tersebut diberi nama The Witch House.

World War One : Henry Tandey Reichskanzler

 “Saya tidak suka menembak orang yang terluka. Kalau saja saya tahu dia bakal menjadi apa. Sewaktu saya menyaksikan semua lelaki, perempuan, dan anak-anak yang ia bunuh dan lukai, saya meminta ampun pada Tuhan karena telah membiarkan ia hidup.”


Demikianlah pernyataan Henry Tandey, mantan veteran Perang Dunia Pertama, pada tahun 1940 ketika ia menyaksikan kota tempat ia tinggal luluh lantak oleh serangan udara Lutwaffe (Angkatan Udara Jerman) pada peristiwa Battle of Britain.



Siapa “ia” yang Tandey maksud?Untuk menjawab pertanyaan ini, kita kembali pada tanggal 28 September 1918 di sebuah daerah dekat desa Marcoing, Perancis Utara. Tandey bertugas di resimen Green Howards. 


Pada bulan September, peleton Tandey tertahan oleh serangan senapan mesin. 


Tandey pun harus merangkak untuk mencari tahu dimana posisi pos senapan mesin tersebut agar pos senapan mesin tersebut dapat dibungkam oleh rekan-rekannya.


Di seberang terdapat garis pertahanan Jerman yang diisi oleh 16th Bavarian Infantry. 

Diperkirakan pada momen itulah Tandey berpapasan dengan seorang prajurit dalam keadaan terluka yang sedang melarikan diri. 


Tandey cepat mengangkat senjatanya dan mengarahkan kepada prajurit Jerman yang terluka itu. 


Prajurit Jerman tersebut diam dan pasrah seakan merasa bahwa inilah akhir hidupnya.


Melihat keadaan prajurit Jerman yang terluka dan kuyu tersebut, hati Tandey tergerak oleh belas kasihan. 


Ia menurunkan senapannya dan membiarkan prajurit Jerman itu pergi. 


Sebelum pergi, prajurit Jerman itu menganggukkan kepalanya kepada Tandey tanda ia berterimakasih.


Tindakan yang dilakukan Tandey sendiri adalah bentuk kemanusiaan. 


Suatu sikap ksatria di tengah perang yang brutal. Tapi tindakan ksatria itu akan disesali oleh Tandey seumur hidupnya.


Prajurit Jerman yang tidak jadi ia tembak itu adalah Adolf Hitler.



Bagaimana Tandey dapat mengetahui bahwa prajurit Jerman yang tidak jadi ia tembak itu adalah Adolf Hitler?


Hal ini bermula pada tahun 1938 ketika Perdana Menteri Inggris saat itu, Neville Chamberlain melakukan kunjungan kenegaraan ke Jerman untuk menemui H1tler di kota Munich.


Pada saat berkunjung ke rumah peristirahatan Hitler di Bavaria, Chamberlain tertarik akan sebuah lukisan yang tergantung di tembok rumah tersebut.


Lukisan itu sendiri merupakan lukisan repro dari karya asli yang dibuat oleh seniman Italia, Fortunino Matania. 


Lukisan itu sendiri berlatar belakang pada pertempuran Ypres tahun 1914 dengan Henry Tandey yang sedang menggendong rekannya yang terluka di punggung menjadi objek dari lukisan tersebut.

Chamberlain bertanya kepada Hitler apa hubungan lukisan ini dengan dirinya. Hitler menjawab, “orang itu pernah hampir membunuhku sehingga aku merasa tidak akan pernah melihat Jerman lagi. Tapi ia tidak membunuhku dan membiarkan aku pergi.”


Hitler juga pada kesempatan itu menyampaikan permintaan kepada Neville agar menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Tandey. 


Ketika tiba kembali di Inggris, Neville memerintahkan stafnya untuk mencari keberadaan Tandey. Setelah didapat, Neville menghubungi Tandey dan menyampaikan salam dan ucapan terimakasih dari H1tler atas tindakan ksatria yang dilakukan Tandey pada tahun 1918.


Tandey tentu tidak pernah mengira bahwa budi baiknya akhirnya membawa bencana bagi Eropa dan dunia saat itu. Hitler yang tidak jadi ditembak oleh Tandey di kemudian hari, bersama dengan Partai Nazi, menjadi penguasa Jerman dan memicu Perang Dunia Kedua yang lebih menghancurkan ketimbang Perang Dunia Pertama.


Tandey pensiun dari dinas kemiliteran pada tahun 1926. 


Ia adalah pahlawan perang pada Perang Dunia Pertama yang dianugerahi medali Victoria Cross, Distinguished Conduct Medal, dan Military Medal. Ia pindah ke Coventry, Tandey meninggal pada tahun 1977 pada usia 86 tahun. 


Abu dirinya dikubur di British Cemetery di Marcoing, Perancis, berdekatan dengan rekan-rekannya yang gugur di desa tersebut dan tidak jauh dari tempat dimana ia mengampuni nyawa Hittler.

https://www.bbc.com/news/uk-england-28593256?

https://www.jambi-independent.co.id/read/2017/04/30/13070/kisah-henry-tandey-prajurit-inggris-yang-mengampuni-nyawa-hitler?