Istilah Ifrit juga dijelaskan dalam Al Qur'an yaitu pada kisah Nabi Sulaiman AS akan memindahkan istana Ratu Balqis. Maka Jin Ifrit yang menyatakan kesanggupannya untuk memindahkannya.
Namun, kesanggupan Jin tersebut masih dikalahkan dari kesanggupan ulama manusia, yaitu ahli kitab, yang sanggup memindahkan istana dalam hitungan detik.
Seperti Firman Allah yang disebut dalam Al Qur'an. Ifrit disebutkan dalam surah An-Naml [27] : 39-40 :
"Berkata ʻIfrīt (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya."
Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: "Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmatNya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia."
Ada juga yang berpendapat, bahwa ʻIfrīt merupakan clan/suku/ras dari bangsa jin, seperti halnya clan pada manusia. Mereka menjadi pemimpin dari masing-masing clan tersebut.
Dan ada pula yang mengatakan, ʻIfrīt ialah sebutan jin yang menjadi raja dalam komunitas jin. Menurut beberapa sumber, ciri-cirinya adalah bertubuh besar dan tinggi, mengenakan pakaian kebesaran seperti seorang raja.
Di dalam kisah-kisah dongeng dunia pun, terutama Timur Tengah, ʻIfrīt sering disebut-sebut dan menjadi objek di dalam kisah-kisah tersebut